TribunSumsel/

Pedagang Pasar Gubah Realisasikan Ancaman Mogok Berjualan

Masyarakat yang biasa berbelanja di pasar Gubah sendiri merasa kecewa dengan pelayanan pasar Gubah, apalagi ada aksi mogok ini.

Pedagang Pasar Gubah Realisasikan Ancaman Mogok Berjualan
tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
Pedagang pasar tradisional Gubah Palembang, Kamis (16/4/2017) merealisasikan tuntutan mereka melakukan aksi mogok berdagang.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG ,- Pedagang pasar tradisional Gubah Palembang, Kamis (16/4/2017) merealisasikan tuntutan mereka melakukan aksi mogok berdagang.

Para pedagang ini mengeluhkan omzet jualannya beberapa hari terakhir mulai anjlok atau turun hingga 50 persen, dari omzet biasanya.

Akibat, diberlakukannya pajak progresif oleh pihak PD Pasar Palembang Jaya, yang mengelolah sejumlah parkir pasar tradisional di kota Palembang sejak 1 Maret lalu.

"Kita mogok agar tuntutan kita, untuk penerapan pajak progresif dihentikan, dan dikembalikan kesemula. Sebab, dengan tarif parkir yang tinggi menjadikan masyarakat yang hendak berbelanja di pasar Gubah menjadi sepi," kata koordinator pedagang pasar Gubah Djulian, Senin (16/3/2017).

Menurut Djualin, dengan tarif parkir yang nilainya dua kali lipat dari biasanya, dimana untuk sepeda motor dikenakan Rp 2000, dan mobil Rp 4.000, dirasa sangat membebani pengunjung pasar.

Pasalnya selama ini penetapan tarif parkir di pasar Gubah, sesuai dengan Perda Palembang nomor 16 tahun 2011 tentang tarif parkir yang besarannya Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil.

"Kita menuntut agar tarif parkir kembali normal dan harus sesuai Perda yang ada, jangan bertentangan. Kalau tidak ada perubahan, kita akan terus melaksanakan aksi mendatangi Pemkot Palembang," ancamnya.

Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Gubah Nasir melanjutkan, sejak diberlakukannya parkir progres, dagangan daging ayamnya menjadi merosot 50 persen setiap harinya, dan ini dirasakan juga bagi pedagang lainnya.

"Biasanya kalau siang masih ada pembeli, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Selama ini juga biasanya saya bisa menjual 200 ekor ayam potong, tapi sekarang paling banter hanya 100 ekor saja," terangnya, seraya jualan sudah sepi saat ini menjadi tambah sepi.

Pantauan Tribun Sumsel.com, aksi mogok pedagang sendiri berlangsung sejak pagi, dan saat ini sedang melakukan rapat dengan pihak PD Pasar Palembang Jaya, yang dipimpin Asisten II Pemkot Palembang Darma Budi diruang rapat PD Pasar Palembang Jaya.

Masyarakat yang biasa berbelanja di pasar Gubah sendiri merasa kecewa dengan pelayanan pasar Gubah, apalagi ada aksi mogok ini.

"Mau berbelanja, tapi tidak ada yang jualan, terpaksa kita belanja ke pasar lainnya, seperti ke pasar 26 Ilir," tukas ibu rumah tangga Sri.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help