TribunSumsel/

Heboh Fenomena Equinox Suhu Bakal Capai 40 Derajat, Ini yang Sebenarnya Bakal Terjadi

Saat terbit sedikit bergeser, bukan pada posisi 90 derajat, tetapi 92 derajat. Begitu juga saat terbenam, tidak tepat di sudut 270 derajat.

Heboh Fenomena Equinox Suhu Bakal Capai 40 Derajat, Ini yang Sebenarnya Bakal Terjadi
Net
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kabar adanya fenomena equinox sehingga terjadi peningkatan suhu menjadi 40 derajat celcius menyebar dengan cepat, Rabu (15/3).

Pesan yang beredar itu juga mengingatkan agar masyarakat di Indonesia mengurangi aktivitas di luar ruangan supaya terhindar dari dehidrasi (kurang cairan) dan heat stroke (sengatan panas).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palembang membenarkan adanya equinox.

Yakni satu fenomena astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa.

Secara periodik peristiwa ini berlangsung dua kali dalam setahun.

Pengamat Observer dan Informasi BMKG Palembang, Agus Santosa dijumpai siang kemarin menyebutkan, equinox tahun ini terjadi pada 20 Maret pukul 17.29 dan 23 September pukul 03.02.

“Bukan dibayangkan ada gelombang panas. Itu hanya gejala biasa, apalagi kita sekarang lagi puncak musim penghujan. Kadang tertutup awan (matahari), kadang hujan."

"Tidak seperti yang dibayangkan dihebohkan orang. Tahun kemarin juga terjadi dan tidak terlalu panas. Normal saja,” kata Agus.

Saat equinox, matahari berada persis di ekuator. Apabila diperhatikan saat terbit dan terbenamnya matahari maka tidak tepat di Timur dan Barat.

Saat terbit sedikit bergeser, bukan pada posisi 90 derajat, tetapi 92 derajat. Begitu juga saat terbenam, tidak tepat di sudut 270 derajat.

Halaman
123
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help