TribunSumsel/

DPRD Musi Banyuasin Belajar Tangani Banjir dari DPRD Musirawas

Supaya saat sungai meluap menggenangi kebun karet dan sawit tidak menyebabkan tanaman itu mati

DPRD Musi Banyuasin Belajar Tangani Banjir dari DPRD Musirawas
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
‎Sejumlah anggota DPRD Muba sedang berdiskusi dengan DPRD Mura seputar sungai dan strategi pembangunan di kantor DPRD Mura, Kamis (16/3/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba) melakukan kunjungan kerja (Kungker) masalah pengelolaan sungai dan penanganan banjir di DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura). Kamis (16/3/2017)

Rombongan Komisi IV DPRD Muba dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Muba Tapriansyah, dan disambut langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Mura Ismun Yahya di Kantor DPRD Mura Komplek Perkantoran Agropolitan Center (AC).‎

Anggota Komisi IV DPRD Muba Robinson menerangkan kunjungan mereka ke DPRD Mura merupakan kunjungan biasa, apalagi antara Muba dan Mura ada kesamaan sama-sama diklewati sungai besar, dan sama-sama sering mengalami bencana banjir.

"Akibat banjir itu semua tanaman baik sawit maupun karet banyak yang mati, bahkan kerugian akibat banjir sangat besar. Namun tujuan kita datang ingin mengetahui bagaimana cara penanganan banjir di Kabupaten Mura yang kita anggap berhasil, dan masyarakatnya tetap bisa hidup layak," ucapnya.

Selain itu ungkapnya, tujuan mereka berkunjung untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan Kabupaten Mura, dengan keadaan pemotongan anggaran dari pusat, namun geliat pembangunan di Kabupaten Mura sangat terlihat bila dibanding dengan Kabupaten Muba.

"Pembangunan Mura lebih kelihatan bila di banding Muba, padahal secara anggaran pertahun Kabupaten Muba kita prediksi jauh lebih besar yakni mencapai 2.6 Trilun. Jauh melampaui daerah lainnya termasuk Mura, tapi pembangunan disini jauh lebih terlihat," ucapnya.

Itulah sebabnya DPRD Muba khususnya komisi IV bidang pembangunan sengaja berkunjung ke DPRD Mura sekadar untuk mengetahui strategi yang di jalan oleh DPRD Mura dalam melakukan pembangunan.

"Harapannya nanti apa baik disini, dan di Muba belum ada dapat kita realisasikan,"‎ singkatnya.

Sementara Wakil Ketua II DPRD Mura Ismun Yahya, SIP menyambut baik kunjungan DPRD Muba tersebut, menurutnya masalah semua daerah saat ini hampir sama, namun untuk penanganan masalah sungai.

DPRD Mura dari dahulu selalu komitmen mengedepankan aspirasi masyarakat.

"Kita selalu melakukan penekanan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk selalu melakukan pemantauan dan melakukan studi hidrologi, bahkan menyewa konsultan khusus untuk menangani masalah dampak pencemaran lingkungan, supaya saat sungai meluap menggenangi kebun karet dan sawit tidak menyebabkan tanaman itu mati," ungkapnya.

Sedangkan masalah pembangunan, anggaran Kabupaten Mura jauh lebih rendah bila dibanding dengan DPRD Muba, yakni hanya 1,6 Triliun, dengan keuangan yang sedikit itulah DPRD Mura berupaya memaksimalkannya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help