TribunSumsel/
Home »

Video

VIDEO: Sedang Tunggu Pembeli, Tiga Bandar Sabu Diringkus Satnarkoba Polres Prabumulih

Dari tangan resedivis kasus narkoba itu berhasil diamankan barang bukti 4 butir inek, 1 paket Sabu seberat 0,1 gram, 2 buah Hp Samsung putih dan merah

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Tiga bandar narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi yang masuk dalam Target Operasi serta meresahkan warga Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, diringkus jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih, Rabu (15/3/2017).

Tiga pelaku yakni Yanuis Gamal Alias Ujang (52) warga Jalan Prof M Yamin RT 02 RW 03 Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih. Dari tangan resedivis kasus narkoba itu berhasil diamankan barang bukti 4 butir inek, 1 paket Sabu seberat 0,1 gram, 2 buah Hp Samsung putih dan merah.

Lalu Yadiansyah Alias Oket (36) warga Jalan Pelawi no 48 RT 15 RW 03 Kelurahan Mutang Tapus Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih. Turut diamankan 1 buah Hp Nokia hitam untuk pelaku melakukan transaksi narkoba.

Selanjutnya pelaku ketiga yakni Rivai Alias Apek (37) warga Jalan M Yamin no 266 RT 06 RW 04 Kelurahan Pasar 2 Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Ketiga bandar tersebut diamankan di tempat berbeda ketika sama-sama menunggu pembeli, dimana Ujang diringkus di Jalan Bima Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur sementara Oket dan Apek diamankan di rumah masing-masing.

Selanjutnya guna kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut, pelaku bersama barang bukti diamankan di Mapolres Prabumulih.

Informasi berhasil dihimpun Tribun Sumsel, diringkusnya tiga bandar narkoba yang meresahkan masyarakat Prabumulih itu bermula ketika jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih mendapat laporan dari masyarakat jika di wilayah Jalan Bima Kelurahan Prabujaya sering terjadi transaksi narkoba.

Mendapat informasi itu petugas lalu melakukan Undercover Buy dan memesan narkoba jenis sabu-sabu ke pelaku Ujang. Pelaku yang terpancing tanpa curiga mengantarkan sabu-sabu kepetugas untuk dijual. Ujang selanjutnya mengajak petugas janjian di Jalan Bima Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur.

Setelah membeli sabu, petugas kemudian meringku resedivis kasus narkoba dan penipuan tersebut. Tidak berhenti di sana saja, polisi kemudian melakukan pengembangan dan meringkus Oket dan Apek dikediamannya.

Dihadapan petugas ketiga pelaku mengakui perbuatannya menjadi bandar narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi. "Sabu kami beli dari AA (inisial-red) seharga Rp 250 ribu per paket sabu, kemudian saya jual dengan Oket seharga Rp 275 ribu lalu dijual ke Ujang Rp 300 ribu," ungkap Apek yang diaminkan Oket dan Ujang.

Barang bukti sabu-sabu sendiri ketika diamankan petugas berada di tangan Ujang yang merupakan residivis.

Wakapolres Prabumulih, Kompol Rahmad Sihotang didampingi Kanit Satnarkoba, Ipda Deny Irawan mengatakan, pelaku Ujang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polres Prabumulih.

"Para pelaku telah kami amankan dan masih dalam proses pemeriksaan petugas kami. Atas perbuatannya ketiga pelaku akan jerat pasal 112 dan pasal 114 ayat 1 UU no 35/2009 tentang narkoba ancaman maksimal 20 tahun penjara," tegasnya.

Penulis: Edison
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help