TribunSumsel/

Lusi Masih Trauma Angin Puting Beliung Rusak Rumahnya dengan 38 Rumah Warga Lainnya

Tak berapa lama yang ia khawatirkan benar-benar terjadi satu buah pohon karet besar tumbang menghantam samping rumahnya

Lusi Masih Trauma Angin Puting Beliung Rusak Rumahnya dengan 38 Rumah Warga Lainnya
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Salah satu warga saat sedang membersihkan bekas pohon tumbang, di desa Lubukngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura, Rabu (15/3/2017) 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Raut kesedihan dan ketakutan masih terpancar jelas di wajah Lusi (34) warga Desa Lubukngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Salah satu warga yang rumahnya jadi korban angin puting beliung pada hari Senin (13/3) sekira pukul 20.00 WIB.

Beruntung akibat angin beliung tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun mengakibatkan 39 rumah di Desa Lubukngin dan Kelurahan Selangit mengalami kerusakan, serta puluhan pohon karet dan pohon kelapa milik warga tumbang.

Lusi menuturkan sebelum peristiwa angin puting beliung itu terjadi, hujan turun seperti biasanya,‎
kemudian lama-kelamaan hujan menjadi tambah deras di sertai kilatan petir dan angin kencang.

"Tiba-tiba lampu listrik padam, pohon-pohon yang berada belakang rumah mulai terdengar tumbang, saya membawa anak -anak masuk ke dalam kamar,karena cemas semua pintu saya kunci," ucapnya saat dibincangi Tribunsumsel.Com, Rabu (15/3/2017)

Puncaknya ketika ia sedang dalam kamar tiba-tiba mendengar suara pohon mau tumbang.

Tak berapa lama yang ia khawatirkan benar-benar terjadi satu buah pohon karet besar tumbang menghantam samping rumahnya

"Saya merasa jika dunia mau kiamat, angin mengaum terdengar sangat jelas. Sampai-sampai kaki dan tulang saya lembut semua tak bisa digerakkan lagi, tapi alhamdulillah pohon itu tidak tepat menimpa rumah kami" ucapnya.

Namun dampak dari ambruknya pohon karet yang menimpa rumahnya, sampai saat ini ia masih shock berat, bahkan ketika mendengar gemuruh angin kencang biasa.

ia memilih bersiap untuk meninggalkan rumahnya. Meski pun pohon besar di sekeliling rumahnya sudah di tebang.

"Sampai sekarang belum bisa tenang, masih ada rasa was-was, takut terjadi puting beliung susulan," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help