Omzet Anjlok Pasca Ditetapkan Parkir Progres, Pedagang Gubah Ancam Mogok

Pihaknya selama ini telah meminta penjelasan PD Pasar Palembang Jaya (Dirut, Asnawi P Ratu) soal tarif parkir tersebut, tetapi tidak ada kejelasan.

Omzet Anjlok Pasca Ditetapkan Parkir Progres, Pedagang Gubah Ancam Mogok
tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
Para pedagang pasar gubah yang protes kenaikam tarif. Parkir pengunjung, dan koordinator pedagang pasar Gubah Djulian saat menunjukkan struk parkir mobil dan motor. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG---Sejumlah pedagang pasar tradisional Gubah, mengeluhkan omzet jualannya beberapa hari terakhir mulai anjlok atau turun hingga 50 persen, dari omzet biasanya.

Penurunan ini akibat, diberlakukannya pajak progresif oleh pihak PD Pasar Palembang Jaya, yang mengelolah sejumlah parkir pasar tradisional di kota Palembang sejak 1 Maret lalu.

Padahal, sudah ada beberapa spanduk soal Perda nomor 16 itu, yang di lapangan dicopot pihak PD Pasar Palembang Jaya.

"Sejak tanggal 1 Maret lalu berlaku, dengan tarif parkir yang tinggi menjadikan masyarakat yang hendak berbelanja di pasar Gubah menjadi sepi," kata koordinator pedagang pasar Gubah Djulian, Senin (14/3/2017).

Menurut Djualin, dengan tarif parkir yang nilainya dua kali lipat dari biasanya, dimana untuk sepeda motor dikenakan Rp 2000, dan mobil Rp 4.000, dirasa sangat membebani pengunjung pasar.

Pasalnya selama ini penetapan tarif parkir di pasar Gubah, sesuai dengan Perda Palembang nomor 16 tahun 2011 tentang tarif parkir yang besarannya Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil.

"Kita menuntut agar tarif parkir kembali normal dan harus sesuai Perda yang ada, jangan bertentangan. Kalau tidak ada perubahan, hari kamis atau Jumat kami akan melaksanakan aksi demo ke Pemkot Palembang," ancamnya.

Diakui Djulian, pihaknya selama ini telah meminta penjelasan PD Pasar Palembang Jaya (Dirut, Asnawi P Ratu) soal tarif parkir tersebut, tetapi tidak ada kejelasan.

"Beliau bilang, Senin ini akan diselesaikan tetapi nyatanya tidak ada progresnya. Jika ini terus terjadi, maka pedagang banyak yang akan kolaps karena tidak ada pembeli lagi," ucap Djulian yang sudah berdagang puluhan tahun di pasar Gubah tersebut.

Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Gubah Nasir melanjutkan, sejak diberlakukannya parkir progres, dagangan daging ayamnya menjadi merosot 50 persen setiap harinya, dan ini dirasakan juga bagi pedagang lainnya.

"Biasanya kalau siang masih ada pembeli, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Selama ini juga biasanya saya bisa menjual 200 ekor ayam potong, tapi sekarang paling banter hanya 100 ekor saja," terangnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help