Belanda Tolak Dua Menteri Turki, Presiden Erdogan Meradang

Hubungan Turki dan Belanda memanas. Berawal dari penolakan oleh Ansterdam terhadap keinginan Ankara

Belanda Tolak Dua Menteri Turki, Presiden Erdogan Meradang
REUTERS/UMIT BEKTAS
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato di Istana Kepresidenan, Kamis (26/11) 

TRIBUNSUMSEL.COM-Hubungan Turki dan Belanda memanas. Berawal dari penolakan oleh Ansterdam terhadap keinginan Ankara untuk berkampanye kepada warga Turki di Belanda menjelang referendum perluasan kekuasaan Presiden Turki Recep Tayyi Erdogan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Minggu (12/3/2017), memperingatkan Belanda akan menanggung akibatnya setelah penolakan dua menterinya untuk berkampanye di negeri “Kincir Angin” itu.

Erdogan mengatakan ia akan mengambil langkah setelah pemilihan umum Belanda, Rabu (15/3/2017), sebagai balasan atas penolakan terhadap dua menterinya.

Dua menteri Turki itu semula dijadwalkan akan menggalang dukungan dari kalangan warga Turki yang bermukim di Belanda untuk referendum perluasan wewenang Erdogan yang dijadwalkan akan digelar pada bulan depan.

Pemerintah Belanda berasalan kampanye-kampanye referendum Turki di dalam wilayah Belanda akan memicu ketegangan hanya beberapa hari sebelum Belanda menggelar pemilu.

Menteri Urusan Keluarga Turki, Fatma Betul Sayan Kaya, tiba dengan menggunakan jalan darat pada Sabtu (11/3/2017) tetapi dilarang masuk ke Konsulat Turki di Rotterdam dan selanjutkan dikawal ke perbatasan dengan Jerman oleh kepolisian Belanda.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu berusaha masuk ke Belanda dengan menggunakan jalur udara tetapi dilarang masuk.

Menurut Erdogan, tindakan Belanda patut dibalas. "Kami akan mengajari mereka diplomasi internasional."

Sementara Amsterdam sangat khawatir akan kerusuhan antara pendukung dan anti Erdogan, yang bisa mengganggu pelaksanaan pemilu Belanda pada Rabu (15/3/2017).

Ketakutan

Halaman
12
Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help