TribunSumsel/

OKI Tetapkan Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Sejak Februari, Ini yang Dilakukan Mengantisipasinya

Berkomitmen terhadap pencegahan Karhutla di wilayah OKI, apalagi guna mendukung Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018 mendatang.

OKI Tetapkan Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Sejak Februari, Ini yang Dilakukan Mengantisipasinya
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Bupati H Iskandar SE didampingi Komandan Kodiklat Mabes TNI saat meninjau peralatan dan perlengkapan pencegahan Karhutla 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Terhitung sejak Februari 2017, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Iskandar SE telah menetapkan status tanggap darurat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Tindaklanjutnya, bersama Kodiklat TNI dan Kodam II/Sriwijaya, Pemerintah Kabupaten OKI, menyiagakan dan melatih 1.214 personel sebagai antisipasi dini terhadap ancaman Karhuta tahun ini.

“Antisipasi dini dan siaga dini kita lakukan.Meski hujan masih turun, lahan dan gambut masih tergenangi air, kita wajib waspada," kata Iskandar saat memimpin apel peresmian Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Karhutla di halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (9/3/2017).

Iskandar menyatakan berkomitmen terhadap pencegahan Karhutla di wilayah OKI, apalagi guna mendukung Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018 mendatang.

“Tahun 2016 kita bisa mengendalikan lahan terbakar hingga 99,87 persen, titik hot spot berkurang jadi 96,70 persen ini penurunan drastis. Namun tahun ini kita dengar akan lebih panas dari tahun lalu hingga kita harus waspada, apalagi guna mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang,” tutur Iskandar.

Kepala BPBD OKI Azhar SE merinci, Satgas ini terdiri dari 340 orang anggota TNI, 120 orang anggota Polri, 30 orang dari BPBD, 27 petugas kesehatan, 30 orang petugas pemadam kebakaran dan manggala agni serta 476 petugas pemadam kebakaran dari 24 perusahan perkebunan dan HTI di Kabupaten OKI.

Personil gabungan ini mendapat pelatihan kesiapsiagaan operasional dari Kodam II/Sriwijaya dan Kodiklat TNI selama dua hari berturut-turut.(Mat Bodok)

Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help