Bos Perumahan PT Citra Langgeng Cemerlang Kabur Bawa Uang Calon Kreditur Ratusan Juta

Dari situ, setelah berminat untuk mengambil rumah disana harus memberikan booking fee Rp 1 juta per unitnya.

Bos Perumahan PT Citra Langgeng Cemerlang Kabur Bawa Uang Calon Kreditur Ratusan Juta
IST

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Kesal selalu dijanjikan rumah yang telah diberikan uang pangkal akan segera dibangun. Namun ternyata sampai sekarang tidak juga dibangun, membuat belasan calon penghuni Perumahan Izzatunissah yang berada di Silaberanti Plaju Palembang melapor ke SPKT Polda Sumsel, Jumat (10/3).

Berawal dari pameran di mal, PT Citra Langgeng Cemerlang yang berkantor di Komplek Basilica Kalidoni Palembang menawarkan rumah lebih dari 100 unit kepada masyarakat.

Dari situ, setelah berminat untuk mengambil rumah disana harus memberikan booking fee Rp 1 juta per unitnya.

"Aku sudah booking fee dan memberikan DP Rp 6 juta per unit, aku dan kakak mengambil masing-masing satu unit. Jadi kami telah menyetor Rp 12 juta untuk dua unit rumah," ujar Ferri saat ditemui di Polda Sumsel.

Karena menggunakan sistem KPR, sehingga harus terlebih dahulu melakukan akad kredit dengan pihak bank. Dari situ, berkas dan uang DP telah diserahkan kepada develover PT Citra Langgeng Cemerlang. Setelah uang diserahkan, dijanji pihak developer tersebut akan dibangun rumah tipe 36 MBR awal Juni.

Namun, setelah di cek rumah tersebut tidak jadi dibangun. Pihak pengembang beralasan masih ada persiapan dan pembangunan dimajukan ke bulan Agustus. Kenyataannya, rumah yang dijanjikan juga belum dibangun dan pihak developer menjanjikan November.

"Kami dijanjikan November, tetapi alasannya banjir. Jadi, dijanjikan kembali baru bisa dibangun bulan Januari. Ternyata, sampai sekarang belum juga dibangun, ketika kami datangi lokasinya lahan untuk pembangunan rumah itu masih semak belukar. Kami selalu dijanjikan akan dibangun, tetapi tidak ada buktinya," ungkapnya.

Tidak adanya kepastian untuk rumah yang telah mereka pesan dibangun pihak developer, membuat calon pemilik rumah berupaya untuk menanyakan kepastian tersebut. Mendatangi kantor developer dan sempat menemui Supervisor bernama Tri dan Manager Pemasaran Pian, tetapi selalu mendapatkan jawaban akan dibangun.

Akhirnya, Ferri berinisiatif untuk mengajukan pembatalan pembelian rumah tersebut pada 19 Januari 2017 lalu. Baik Supervisor maupun Manager Pemasaran memberikan janji sebulan pembatalan tersebut uangnya akan dicair. Namun, sampai sekarang janji yang diberikan tidak jelas.

"Supervisornya bilang besok dan minggu depan, alasan bendahara belum datang. Sedangkan Managernya menjawab nanti diusahakan. Hasilnya, tetap tidak ada tindak lanjut dari jawaban tersebut sampai sekarang," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: M. Ardiansyah
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help