Pulang Berjualan, AS Diperkosa dan Dianiaya Tetangganya di Kamar Penginapan

Saat di tengah perjalanan pelaku menghadang dirinya dengan memaksa dan sekaligua mengancam pakai senjata api agar mau menurutinya.

Pulang Berjualan, AS Diperkosa dan Dianiaya Tetangganya di Kamar Penginapan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban perkosaan. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Sungguh malang nasib yang dialami AS (26) wanita jalan Faqih Usman kecamatan SU I Palembang telah menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Sultan (36) saat pulang dari berjualan.

Akibat kejadian tersebut, wanita malang ini pun melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (9/3/2017).

Dengan menggunakan baju kaos berwarna kuning dan didampingi kakaknya, ia pun menceritakan kejadian pahit yang ia alami kepada petugas SPKT.

Kejadian bermula ketika dirinya usai pulang berjualan di bawah Jembatan Ampera, Selasa (7/3) malam sekitar pukul 22.00.

Lalu, saat di tengah perjalanan pelaku menghadang dirinya dengan memaksa dan sekaligua mengancam pakai senjata api agar mau menurutinya.

Karena merasa terancam karena senpi diacungkan ke pinggangnya, ia pun menuruti apa yang diinginkan pelaku.

AS saat membuat laporan ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (9/3/2017).
AS saat membuat laporan ke SPKT Polresta Palembang karena diperkosa tetangganya, Kamis (9/3/2017).

"Saya diajak naik angkot pak ke SPBU KM 7 lalu naik lagi angkot ke terminal Karya Jaya.Sampai di sana kami masuk hotel dan saya diperkosa pak," ujarnya.

Ia pun sempat menolak ajakan pelaku akan tetapi pelaku malah memukuli bagian lengan kanan dan kirinya menggunakan besi.

"Saya berhasil melarikan diri setelah dia memperkosa saya sebanyak dua kali pak.Lalu saat dia membuka kaki buntungnya itu saya pura-pura sakit dan mintak keluar untuk beli obat," ujarnya.

Setelah keluar dari penginapan ia pun langsung meminta pertolongan warga setempat namun tak ada yang mau menolong.

Dan akhirnya ia pun naik travel dan turun di KM 5 menemui kakaknya.

"Pelaku saya kenal pak, karena dia dekat rumah saya," ujar seraya menutupi wajah.

Ia berharap pelaku dapat segera ditangkap dan diproses hukum.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved