Warga yang Mengisi BBM di SPBU Kayuagung Keluhkan Takaran yang Kurang

Para pengendara selaku konsumen menduga pengelola SPBU Kayuagung melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran pengisian.

Warga yang Mengisi BBM di SPBU Kayuagung Keluhkan Takaran yang Kurang
Sripoku.com/Mat Bodok
KELUHKAN -- Pengendara mengeluhkan pengisian bahan bakar minyak di SPBU 24.306.30 Kayuagung, karena dianggap ada permainan ketika pengisian minyak 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Pengendara kendaraan sepeda motor maupun mobil sejak sebulan terakhir mengeluhkan takaran pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada SPBU 24.306.30 Kota Kayuagung.

Para pengendara selaku konsumen menduga pengelola SPBU Kayuagung melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran pengisian.

“Kami sebagai konsumen merasa sangat dirugikan dengan takaran pengisian BBM yang kami anggap tidak akurat. Saya sering membeli pertalite dan pertamax di SPBU ini. Tapi membeli sebesar Rp 25.000 belum penuh. 

Padahal biasanya Rp 25.000 sudah full tank,” kata Ali salah satu pengendara kendaraan roda dua, Rabu (8/3/2017).

Warga Kelurahan Jua-jua ini mengklaim perbedaan mencolok ketika dibandingkan dengan mengisi BBM di SPBU Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kayuagung.

Ketika mengisi BBM di SPBU Jalintim justru Rp25.000 sudah full tank. Sedangkan mengisi di SPBU Kota Kayuagung tidak full tank.

Ali berharap pihak terkait dapat melakukan tera ulang untuk mengetahui keakurasian takaran pengisian BBM SPBU Kota Kayuagung.

“Kami juga mendesak Pertamina memberikan sanksi tegas bagi pengelola SPBU yang sengaja memainkan takaran pengisian BBM. Kami selaku konsumen yang dirugikan,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Roma, warga Muara Baru dirinya mengaku lebih memilih mengisi BBM di SPBU Muara Baru ketimbang di SPBU Kota Kayuagung

“Mengisi BBM di SPBU Kayuagung banyak kurangnya. Wajar jika banyak konsumen yang mengeluh,” terangnya.
Dia meminta pihak terkait mengecek pompa yang digunakan SPBU itu. Karena menurut dugaan konsumen bahwa takaran yang digunakan SPBU tersebut tidak akurat.

“Semua meteran pada dispenser di SPBU harus diperiksa. Kalaupun hasilnya menyalahi, tentu pihak Pertamina dapat memberikan sanskinya,” tuturnya kejadian sudah terjadi kedua kali ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI, Sudiyanto Djakfar SSos, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi terkait dugaan pengurangan takaran BBM di SPBU Kayuagung tersebut.

“Staf kita sudah mengecek langsung ke SPBU tersebut, tetapi sayangnya, kita tidak bisa mengukur langsung takaran BBM  di SPBU tersebut, karena kita belum punya alatnya, alat itu hanya ada di dinas perdagangan provinsi, nanti akan kita pinjamkan alat terameter tersebut dari Provinsi,” ungkap Sudiyanto.

Sementara itu, pengelola SPBU 24.306.30 Kota Kayuagung, Heri saat dikonfirmasi selulernya beberapa kali tak kunjung diangkat.Demikian, karyawan SPBU tidak mau berkomentar ketika ditanya mengenai pengisian di SPBU.

“Maaf kami hanya sebagai karyawan,” ucap salah satu karyawan pengisian bahan bakar minyak yang tak mau menyebutkan namanya. (Mat Bodok/SP)

Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved