Tahun Ini, Tol Trans-Sumatera Bisa Dilalui

pembangunan infrastruktur di provinsi ujung selatan Sumatera ini diklaim telah berdampak pada pertumbuhan dan pengurangan kesenjangan.

Tahun Ini, Tol Trans-Sumatera Bisa Dilalui
Dokumentasi Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo meninjau pembanguan ruas tol Trans Sumatera. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Serupa dengan di Papua, pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian barat, khususnya Provinsi Lampung juga semakin dikebut percepatannya.

Bahkan, pembangunan infrastruktur di provinsi ujung selatan Sumatera ini diklaim telah berdampak pada pertumbuhan dan pengurangan kesenjangan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi di Lampung pada 2016 tercatat sebesar 5,15 persen atau naik tipis dari pertumbuhan yang dicatat pada 2015 sebesar 5,13 persen.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan keterpaduan pembangunan infrastruktur di Lampung melalui Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Pertumbuhan Terpadu Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-Api (MBBPT).

Keterpaduan infrastruktur ini diwujudkan melalui pembangunan beberapa ruas tol yang merupakan bagian dari jalan tol Trans-Sumatera seperti Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

"MBBPT ini sebagai backbone pengembangan wilayah yang bertumpu pada koridor jalan tol untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan potensi ekonomi kawasan produktif seperti industri, pariwisata, agrikultur dan kawasan metropolitan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers.

Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 kilometer merupakan salah Program Strategis Nasional (PSN) yang tengah dikerjakan oleh PT Hutama Karya.

Adapun nilai investasi tol yang pembangunannya dimulai sejak 2015 ini adalah sebesar Rp 16,79 triliun.

Demi mengejar target operasional pada 2018 mendatang, beberapa bagian pada ruas Bakauheni-Terbanggi Besar bisa dirampungkan pada 2017 ini.

Di antaranya adalah ruas Pelabuhan-Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer dan ruas Lematang-Kota Baru dengan panjang 5,64 kilometer yang selesai pada Maret 2017.

"Kemudian ruas Branti-Metro sepanjang 13,5 kilometer dan ruas Gunung Sugih-Terbanggi besar 10 kilometer pada Desember 2017 dan sisanya pada 2018," tambah Basuki.

Sementara untuk Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 186 kilometer saat ini sudah diselesaikan penetapan lokasinya (penlok) oleh Gubernur Lampung.

Untuk proses pembebasan lahan dan persiapan konstruksinya sendiri pada ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang tercatat sudah sepanjang 12 kilometer.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved