TribunSumsel/

Mantan Balongub Jabar Ini, Ramaikan Pilkada Pagar Alam

Pertemuan dan Silaturahmi Masyarakat Besemah di Jawa Barat mendorong dan meminta Henky Solihin MZ, SH, MH untuk maju dalam Pilkada Kota Pagaralam tah

Mantan Balongub Jabar Ini, Ramaikan Pilkada Pagar Alam
ist
Henky Solihin

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,---Meski Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Pagaralam akan berlangsung pada 2018. Namun sejumlah kandidat calon mulai menebar pesona.

Salah satunya, Henky Solihin yang dikabarkan akan memanaskan bursa pemilihan orang nomor satu di Kota Pagaralam tersebut.

 Pertemuan dan Silaturahmi Masyarakat Besemah di Jawa Barat mendorong dan meminta Henky Solihin MZ, SH, MH untuk maju dalam Pilkada Kota Pagaralam tahun 2018 mendatang. Mereka menilai Henky Solihin layak dicalonkan lantaran memiliki kemampuan intelektual, integritas dan jaringan yang dipastikan dapat mempercepat pembangunan Kota Pagaralam.

Masyarakat besemah dirantau mendorong dan meminta Henky Solihin maju dalam Pilkada Pagaralam 2018. Kami berharap Henky bersedia pulang untuk membangun tanah kelahiran Pagaralam.

Pria asal Dusun Meringang ini sudah lama merantau ke Pulau Jawa, dan meniti karir di Kota Bandung , Jawa Barat. Selain dikenal sebagai pengacara dan Konsultan hukum kekayaan intlektual yang sukses di Bandung, Henky juga dikenal sebagai pengusaha. Peraih gelar Magister bidang hukum bisnis dari Unpas Bandungyang juga aktif mengikuti beberapa pendidikan study banding di luarnegeri, seperti di IPOS ( Intellectual Property Office of Singapore), World Intellectual Property Organization (WIPO) yaitu badan PBB yang konsen dalam menangani Hak kekayaan intelektual.

Sampai saat ini ,selain aktif dipercaya sebagai pengajar pada diklat khusus pendidikan propesi Advokat untuk materi mekanisme penanganan perkara kekayaan intelektual Tentang-Paten, Merek,Hak Cipta, Rahasia Dagang dan Desain Industri,beliau juga diminta DPRD Jawa Barat tahun 2012, untuk memberikan pendapat masukan terhadap Rancangan Peraturan Daerah Propensi Jawa Barat, untuk perlindungan Kekayaan Intelektual masyarakat Jabar.

Selain itu, Henky Solihin MZ sering menjadi pembicara pada tingkat nasional seperti salah satunya tahun 2015 diminta Dewan Perwakilan Rakyat DPR-RI Fraksi Partai NasDem sebagai pembicara untuk atas Revisi Undang-undang Nomor 14 tahun 2001 Tentang Paten, yang dihadiri oleh beberapa kalangan pengusaha dan organisasi.

Henky Solihin yang dihubungi secara terpisah mengakui memang banyak aspirasi masyarakat Besemah di Jawa Barat dan Jakarta, yang meminta dirinya maju dalam Pilkada Kota Pagaralam 2018 mendatang.

"Memang banyak juga tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kota Pagaralam, yang sudah menghubungi dan bersilaturahmi kepada saya. Intinya mereka meminta saya untuk mencalonkan diri dalam Pilkada Pagaralam 2018,’’ ujar Henky yang dihubungi, Minggu (5/4).

Henky menyampaikan berterima kasih atas dukungan dan permintaan banyak pihak tersebut. Namun sebelum memutuskan untuk maju atau tidak dalam Pilkada nanti, terlebih dahulu dirinya akan berkonsultasi dengan keluarga besar dan mencermati dinamika politik yang berkembang beberapa bulan ke depan.

Dalam dunia politik, sebenarnya Henky Solihin MZ bukanlah orang baru. Dimana, pada tahun 2003 lalu, Henky pernah dimajukan oleh parpol sebagai Bakal Calon Gubernur Jawa Barat

Kala itu dia tercatat sebagai Balon Gubernur Jawa Barat termuda, dan namanya masuk sampai 2 putaran. Namun sekitar tahun 2007 semua baju politik mulai ditinggalkan karena dia lebih konsen pada dunia usaha dan konsultan Hukum. Apalagi saat dia sudah dilantik oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia tahun 2010 sebagai Konsultan Kekayaan Intelektual.

“Insyaallah kalau Allah mengijinkan, komunikasi politik dengan parpol akan di jalin, Tetapi saya akan tunggu perkembangan dan dinamika politik beberapa bulan ke depan,’’ pungkas Wakil Sekjen Bandung Lawyers Club ini, yang juga tercatat sebagai salah satu pendiri Lembaga Bantuan Hukum Kekayaan Intelektual (LBH-KI) Indonesia ini.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help