TribunSumsel/

Sidang Suap Bupati Banyuasin

Yan Anton Mengaku Menyesal dan Sudah Ajukan Diri Jadi Justice Colaburator

Bila tidak diselesaikan, maka Merki mengancam melalui sekda dan asisten II akan membuka aib di Pemkab Banyuasin.

Yan Anton Mengaku Menyesal dan Sudah Ajukan Diri Jadi Justice Colaburator
TRIBUNSUMSEL.COM/ M ardiansyah
Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian ketika menjadi saksi dan juga keterangan terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tipiko PN Klas I Khusus Palembang, Kamis (2/3/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian yang dihadirkan sebagai saksi sekaligus pemeriksaan terdakwa mengaku ada uang pribadi untuk membeli keperluan pribadi seperti mobil, motor dan rumah.

Uang yang dikembalikan ke KPK senilai Rp 1.5 miliar, 1 mobil, 2 motor diperoleh dari pemberian dari SKPD.

"Saya menyesal, nanti saya akan mengajukan pledoi secara pribadi dan juga kuasa hukum. Saya meminta untuk dijatuhkan hukuman seringan-ringannya. Karena, saya juga sudah mendaftarkan diri jadi Justice Colabulator. Saya akui kesalahan saya," ujarnya di muka persidangan.

Yan Anton mengaku juga meminta uang untuk biaya melalui Rustami.

Permintaan tersebut diteruskan ke Dinas Pendidikan Banyuasin dan disanggupi dengan diberikan Rp 1 miliar.

Uang yang diperoleh, Rp 531 juta lebih ditransfer untuk pembayaran haji dengan memerintahkan Kirman, sisanya ditukarkan dalam bentuk mata uang asing.

Yan mengakui, tahu kalau uang yang diterimanya untuk berangkat naik haji dari Disdik Banyuasin Umar Usman.

Dari permintaan yang disampaikan kepada Rustami, memang dipenuhi Umar Usman untuk kepentingan naik haji dirinya beserta istri.

Ketika Jaksa mempertanyakan mengenai adanya permintaan dari pimpinan dewan.

Namun, menurut Yan dalam pertemuan dengan pimpinan dewan baik formal maupun tidak formal, biasanya tidak pernah menyampaikan langsung untuk permintaan uang.

Halaman
12
Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help