Sniper Disiagakan untuk Amankan Raja Arab Saudi

Empat lapis pengamanan disiapkan untuk mengawal kegiatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud

Sniper Disiagakan untuk Amankan Raja Arab Saudi
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO
Penembak jitu mengamankan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Empat lapis pengamanan disiapkan untuk mengawal kegiatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, Rabu (1/3/2017). Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana menyebut sekitar 3.000 hingga 4.000 personel diturunkan untuk Raja Salman dan rombongan selama di Jakarta.

"Pengamanan Operasi Waskita itu ring I dan II pengamanan Paspampres, kita di ring III dan IV, pengamanan arus dan sekitar. Hampir tiga sampai empat ribu personel kita siagakan dan turunkan ke lapangan," ujar Suntana di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/3/2017).

Suntana mengatakan ribuan personel itu ditempatkan di sepanjang jalan, di jembatan penyeberangan, di sekitar hotel dan tempat yang akan dikunjungi Salman seperti Istana Bogor, Masjid Istiqlal, dan DPR.

Sesuai dengan standar operasi pengamanan VVIP (Very Very Important Person), satuan sniper atau penembak jitu di beberapa titik. Mereka siap membidik dari tempat rahasia.

"Pasti kita lakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman, karena itu SOP kita," ujar Suntana.

Suntana mengaku belum mengetahui berapa personel pengamanan dari Arab Saudi yang dibawa Raja Salman. Hampir 1.700 orang termasuk dalam rombongan ini.

"Kepala negara itu boleh dan dipersilakan membawa pengawal-pengawal dari kesatuannya mereka di negaranya masing-masing, tapi dalam pelaksanaannya dikoordinasikan sama kita termasuk berapa senjata yang mereka bawa itu kita data saat datang dan pulang, mereka bawa secukupnya, mereka minta berapa terus kita negosiasikan," ujar Suntana. (Baca: Sejumlah Ruas Jalan Ibu Kota Akan Ditutup Saat Raja Salman Lewat)

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar menjelaskan pengamanan di ring III dan IV terkait rute yang dilewati. Polisi lalu lintas akan memastikan kendaraan Raja Salman tidak terkena macet dengan menahan sementara kendaraan lainnya selama iring-iringan melintas, baik di Interchange maupun sepanjang jalan. Polisi lainnya akan berjaga di titik-titik tertentu.

"Pengawalan ada BM (Brigade Motor), mobil, kalau yang melekat di Raja Salman kita punya 2 mobil dan 6 motor, kemudian pangeran-pangeran 1 mobil 2 motor, kita stand by-kan juga di akomodasi (hotel), ada di posko masing-masing akomodasi hotel, ada 4 hotel kita siapkan di sana," ujar Indra.

Pengamanan jalur bagi iring-iringan Raja Salman dilakukan dengan sistem buka tutup. Kendaraan akan ditahan menunggu Raja Salman melintas terlebih dahulu. Jika sudah melintas, jalan akan dibuka dan masyarakat boleh melintas.

"Jam 12.30 mendarat di Halim. Jadi yang dilintasi itu Halim, Cawang, belok kiri, masuk tol terus. Di Bogor juga beberapa ruas jalan akan ditutup. Terus melingkari Kebun Raya masuk pintu yang biasa dilewati presiden depan PN, tapi kalau macet atau apa kami masukan lewat pintu lain," ujar Indra.

Selepas menemui Presiden di Istana Bogor, Raja Salman rencananya akan beristirahat di Hotel Raffles yang terletak di ruas Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved