Kadarisman : Rupanya Realisasi Dana Bantuan Tidak Seperti Dulu Lagi

"Beda dengan dulu. Sistem realisasi dana bantuan sekarang ini tidak seperti dulu lagi. Dulu sewaktu saya masih menjabat Kasub

Kadarisman : Rupanya Realisasi Dana Bantuan Tidak Seperti Dulu Lagi
TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA
Kepala Bagian (Kabag), Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Setda Ogan Komering Ulu (OKU) Kadarisman 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Retno Wirawijaya

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Kepala Bagian (Kabag), Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Setda Ogan Komering Ulu (OKU) Kadarisman menjelaskan, realisasi dana bantuan sosial (bansos) atau Bantuan Sosial Keagamaan tidak seperti dulu lagi.

Pasalnya sekarang ini, untuk realisasi dana bantuan, sekarang ini kewenangan pihaknya sebatas administrasi. Selebihnya terealisasi atau tidak kewenangan BPKAD OKU dan DPRD OKU.

"Beda dengan dulu. Sistem realisasi dana bantuan sekarang ini tidak seperti dulu lagi. Dulu sewaktu saya masih menjabat Kasub di Bagian Kesrah dana sudah ada berbeda dengan sekarang. Dulu saya sewaktu masuk kesini saya kira sistemnya masih sama, rupanya sudah berbeda," kata mantan Lurah ini saat dibincangi Tribun Sumsel di ruang kerjanya.

Dijelaskannya. Perbedaa jika dulu dana bantuan sudah siap. Dengan demikian jika da proposal masuk bisa langsung di proses apakah bisa dibantu atau tidak.
Namun sekarang ini prosesnya lebih panjang. Mereka sebatas administrasi.
Jika da proposal untuk meminta bantuan dana, maka akan do teruskan ke BPKAD.

"Dari BPKAD akan diajukan ke DPRD untuk dibahas bisa dibantu atau tidak. Kalau bisa dibantu maka akan langsung direalisasikan ke pihak yang mengajukan proposal, itupun dilakukan oleh BPKAD. Jadi kita tidak tahu apakah proposal yang masuk sudah dicairkan atau belum. Sebab dana bantuan langaung diserahkan ke pihak yang mengajukan bantuan. Tidan melalui Bagian Kesrah lagk," ucapnya.

Seperti sekarang ini. Di tahun 2017. Lebih kurang kata Kadarisman sudah ada sekitar 15 proposal masuk ke mereka. Kebanyakan mengajukan untuk dana banguan keeagaan. Misalnya untuk pembangunan masjid dan musholah.

"Meski demikian kita tidak bisa berbuat banyak. Kita hanya sebatas meneruskan ke BPKAD untuk dibahas bersama DPRD. Jika disetujui DPRD maka dana bisa dicairkan. Itupun kalau proposal bantuam diajukan pada 2017 bukan berarti 2017 ini bisa dicairkan. Karena harus dibahas terlebih dahulu maka meski di setujui DPRD bisa saja pada tahun depan baru bisa dicairkan," ucap Kadarisman pada tahun 2016 kemarin banyak yang mengajukan. Namun merek tidak tahu sudah dibantu atau belum. Sebab mereka tidak termonitor.

"Tidak termonitor. Sebab bantuan jika bisa dibantu, dana akan langsung diberikan ke yang bersangkutan, tidak melalui kami," ujarnya.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved