Palsukan Tanda Tangan, Pendamping PKH Dilaporkan Polisi

Lalu, ia pun mempertanyakan hal tersebut pendamping PKH nya namun tak ada balasan bahkan sms dan telepon tak ada respon.

Palsukan Tanda Tangan, Pendamping PKH Dilaporkan Polisi
tribunsumsel.com/Sri Hidayatun
Ana (35), ibu rumah tangga yang sekaligus menerima dana PKH bersama ketiga rekan lainnya yakni Ning, Anita dan Nadia melaporkan pendamping PKH Kota Palembang yakni Yandiarni Tri Puteri SE dan Ferra yang telah melakukan penipuan. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Dana sosial yang diberikan pemerintah bagi masyarakat tidak mampu yakni melalui Program Keluarga Harapan (PKH) pun tak luput dari tangan jahil orang yang ingin melakukan kejahatan.

Ana (35), ibu rumah tangga yang sekaligus menerima dana PKH ini pun bersama ketiga rekan lainnya yakni Ning, Anita dan Nadia melaporkan pendamping PKH Kota Palembang yakni Yandiarni Tri Puteri SE dan Ferra yang telah melakukan penipuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika dirinya kecurigaan salah satu nama dari anaknya yang tak mendapatkan dana PKH padahal sebelumnya dapat.

Lalu, ia pun mempertanyakan hal tersebut pendamping PKH nya namun tak ada balasan bahkan sms dan telepon tak ada respon.

"Tanggal 9 Februari itu dana cair pak, Tapi ada satu nama anak kami yang tidak masuk," ujarnya, Selasa (21/2/2017).

Bahkan saat pencairan pun, terlapor sebagai pendamping tak datang sedangkan pendamping lainnya datang.

Lantas, warga tangga buntung ini pun mencoba mendatangi Dinsos Sumsel untuk mempertanyakan masalah tersebut.

Namun setelah di cek nama anak-anak mereka masih tercantum sebagai penerima dana PKH.

Karena kurang puas, pihaknya pun mendatangi kantor Dinsos Kota Palembang untuk melaporkan oknum pendamping PKH yang nakal tersebut.

Setelah ditunggu satu minggu, tak ada panggilan dari Dinsos Kota Palembang kepada pendamping dan dirinya.

"Sepuluh hari pak kami menunggu Dinsos Kota yang katanya mau mempertemukan ki dengan oknum tersebut namun nyatanya tak ada jawaban," ungkap dia.

Setelah dirinya mendatangi lagi, lantas pihak Dinsos menunjukkan bahwa surat penyataan tanpa ada pungutan yang di tanda tangani oleh 7 orang termasuk dirinya.

"Kami terkejut, padahal kami tidak pernah menanda tangani surat itu," jelasnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help