Orang-orang Kaya di Singapura Ternyata Tak Suka Belanja Online

Studi yang dirilis oleh The Straits Times merangkum bahwa kaum mapan di Singapura lebih menyukai belanja

Orang-orang Kaya di Singapura Ternyata Tak Suka Belanja Online
NET
Ilustrasi Belanja Online 

TRIBUNSUMSEL.COM, SINGAPURA - Studi yang dirilis oleh The Straits Times merangkum bahwa kaum mapan di Singapura lebih menyukai belanja langsung ke butik, ketimbang shopping online.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa 71 persen orang kaya Singapura menyukai koleksi papan atas terbaru. Lalu, sebanyak 74 persen pilih koleksi dengan jumlah terbatas.

Kemudian, 70 persen menggemari semua koleksi berkualitas terbaik.

Belanja barang-barang mewah dan mahal membuat 57 persen responden merasa lebih baik. Seluruh responden ini mengaku bahwa belanja merupakan aktivitas favorit nomor satu.

Gaya belanja para kaum mapan ini juga terbilang masih konservatif. Jadi, sebanyak 71 persen menyukai belanja online. Namun, lebih dari 74 persen pilih langsung belanja ke butik.

Studi memperlihatkan bahwa 60 persen barang-barang mewah orang kaya di Singapura didapatkan dari berbelanja saat berlibur ke luar negeri.

Aksesori favorit para orang kaya Singapura, menurut hasil studi, berasal dari label Tiffany&Co. Lebih kurang 40 persen memiliki lebih dari dua perhiasaan mewah rancangan label tersebut.

Studi pun memperlihatkan bahwa 45 persen orang kaya Singapura memiliki jam tangan Rolex dan memiliki mobil BMW.

Terakhir, hasil studi menyebutkan, label busana yang paling digemari oleh kelompok mapan di negara Singa tersebut adalah Calvin Klein, Montblanc, Ralph Lauren, dan Gucci.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved