Siska: Jalan Rusak Bukan Karena Perencanaan, Melainkan Karena Keterbatasan Anggaran

Meski ada uang, pemerintah daerah tidak bisa menggunakan anggaran untuk perbaikan jalan. Diketahui jalan negara itu kewenangan pemerintah pusat.

Siska: Jalan Rusak Bukan Karena Perencanaan, Melainkan Karena Keterbatasan Anggaran
tribunsumsel.com/Retno Wirawijaya
Kondisi jalan dibeberapa titik Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) masih ada yang memprihatinkan rusak dan berlubang. 

TRIBUNSUNSEL.COM,BATURAJA - Menyikapi masalah infrastruktur jalan di Sumatera Selatan (Sumsel), misalnya salah satu contoh di jalan penghubung Prabumuli-Baturaja Ogan Komering Ulu (OKU) yang mengalami kerusakan, kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Siska Marleni bukan masalah perencanaan.

Melainkan hal itu dikarenakan kemampuan keuangan anggaran.

Hal ini ia tegaskan saat ditanya wartawan mengenai kondisi infrastruktur jalan negara di wilayah tersebut kondisinya rusak, Kamis (16/2/2017).

"Saya berpikir positif. Saya yakin teman-teman dan pemerintah daerah perencanaannya sudah baik. Namun sekarang ini memang kondisi keuangan memang tidak memungkinkan," kata Siska.

Ia mencontohkan, diketahui jalan negara itu kewenangan pemerintah pusat.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumsel, Siska Marleni
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumsel, Siska Marleni (tribunsumsel.com/Retno Wirawijaya)

Meski ada uang, pemerintah daerah tidak bisa menggunakan anggaran untuk perbaikan jalan.

"Misalnya di depan rumah kita ada jalan rusak. Kita pemerintah daerah tidak bisa memperbaiki jalan tersebut jika jalan tersebut milik negara. Kalau diperbaiki pastinya ada permasalahan dibelakang misalnya penemuan BPK. Ini yang menjadi kesulitan," kata, Siska pastinya pemerintah daerah sudah maksimal untuk perencanaan terkait infrastruktur jalan ini.

"Namun mau bagai mana, memang kondisi keuangan yang mengalami devisit. Apalagi, daerah masih bergantung dengan dana pusat. Sementara dana DAK dan DAU juga masih terutang," ucapnya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help