10 Tahun Yulian Wahab Buat Senpi Rakitan

Saya hanya menerima pesanan saja. Kalau ada baru dibuat dan setiap hari tidak pasti berapa banyak baik yang disetting maupun dibuat

10 Tahun Yulian Wahab Buat Senpi Rakitan
TRIBUNSUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prastejo Utomo didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Hans Rahmatulloh menunjukan barang bukti senpi rakitan dan ratusan amunisi saat diamankan di Mapolda Sumsel, Kamis (16/2/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Selama 10 tahun, bisnis pembuatan  senjata api rakitan tidak terendus polisi. Tersangka Yulian Wahab (51) yang merupakan pensiunan Perbakin, membuat  senpi rakitan dengan berbagai jenis.

Untuk membuat atau menyeting senpi rakitan, Yulian memberikan tarif yang bervariasi kepada orang yang menggunakan jasanya. Paling kecil, Rp 1 juta untuk penyetingan dan pembuatan senpi rakitan baik laras panjang maupun laras pendek.

"Dulu bagian setting senjata di Perbakin, setelah pensiun jadi buka sendiri. Kerjanya membuat atau mengubah bentuk senjata. Ini sudah saya lakukan selama 10 tahun," ujar Yulian saat diamankan di Polda Sumsel Kamis (16/2/2017).

Pembuatan dan penyetingan senjata laras panjang yang dipesan kepada dirinya, biasanya digunakan untuk berburu. Sedangkan, untuk senjata laras pendek dia baru membuat ketika ada pesanan dari orang. Namun, ia mengaku tidak mengetahui senjata laras pendek yang dipesan dipergunakan untuk apa.

"Saya hanya menerima pesanan saja. Kalau ada baru dibuat dan setiap hari tidak pasti berapa banyak baik yang disetting maupun dibuat," ungkapnya.

Dari penangkapan warga Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih ini diamankan satu senpi laras panjang, ratusan amunisi berbagai kaliber, satu pucuk senpi jenis revolver warna silver, satu pucuk senpi jenis FN, bor duduk dan pengait besi duduk sebagai alat pembuat senpi rakitan.

Tak hanya Yulian, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel juga menangkap Maasobirin (59) yang merupakan warga Betung.
Pria paruh baya ini mengaku baru coba-coba membuat senpi rakitan yang nantinya akan dijual kembali.

Pekerjaannya sebagai tukang urut tidak menjanjikan dirinya selalu mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga, muncul ide untuk membuat senpi rakitan.

"Aku coba-coba, tetapi senjatanya masih belum sempurna. Tidak ada alat lagi untuk menyempurnakannya, karena aku hanya pakai gergaji besi dan alat tukang lainnya untuk membuat senpi rakitan," ujarnya.

Warga Dusun Tata Mulia Banyuasin ini, tertangkap dengan dua senpi rakaitan yang baru selesai dibuatnya namun belum sempurna. Selain itu, diamankan pula tiga butir amunisi yang nantinya akan digunakan untuk dua senpi rakitannya tersebut.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help