Niatnya Baik Menolong Orang yang Membutuhkan Uang Malah Menyesal Akhirnya

Karena merasa kasihan, dan hanya ada uang Rp 200 ribu pelaku pun menawarkan untuk tukar tambah dengan emas yang dipakai.

Niatnya Baik Menolong Orang yang Membutuhkan Uang Malah Menyesal Akhirnya
Tribunsumsel.com/ Sri Hidayatun
Ernawati (46) dan Aminah (70) yang menjadi korban hiptonis didalam mobil angkot Plaju-Ampera, Selasa (14/2/2017) sekitar pukul 12.00 wib melapor ke Polresta Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Maling nasib yang dialami oleh ibu dan anak yakni Ernawati (46) dan Aminah (70) yang menjadi korban hiptonis di dalam mobil angkot Plaju-Ampera, Selasa (14/2/2017) sekitar pukul 12.00 wib.

Modusnya, pelaku menawarkan emas palsu kepada korban sehingga korban pun tertarik untuk membelinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Ernawati hendak pulang dengan naik mobil angkot Ampera- Plaju dari simpang Kayu Agung, Plaju.

Lalu, tak lama kemudian masuklah pelaku kedalam mobil angkot tersebut.

Di dalam mobil, pelaku yang membawa emas palsu pun meminta tolong agar korban membeli emas palsu tersebut.

Awalnya pelaku meminta tolong minta antar ke PS karena ingin menemui saudara.

Pelaku juga bilang bahwa pelaku membawa banyak emas dan uang karena pelaku habis membunuh selingkuhan pacarnya sehingga dikejar polisi dan melarikan diri.

"Dia bilang kalau habis membunuh selingkuhan pacar dan membutuhkan uang," kata warga warga Sungai Rasau Pemulutan ilir, Ogan Ilir.

Lalu, datanglah pelaku satu lagi dengan badan besar tinggi yang juga membeli emas pelaku dengan mengeluarkan uang senilai Rp 5 juta.

"Satu pelaku lainnya di dalam angkot itu pura-pura beli pak, dan menyuruh kami juga membeli katanya itung-itung menolong kata pelaku itu," ujarnya.

Karena merasa kasihan, dan hanya ada uang Rp 200 ribu pelaku pun menawarkan untuk tukar tambah dengan emas yang dipakai.

"Karena kasihan pak, jadi kami kasih cincin emas yang emak saya pakai seperempat suku dan uang Rp 200 ribu pak.Kami mendapatkan emas tiga suku lengkap dengan surat-suratnya," ungkap dia.

Setelah pelaku pergi barulah sadar bahwa dirinya telah menjadi korban hipnotis.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help