TribunSumsel/

Lebih dari Separuh Kawasan di OKI Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, mewaspadai 10 kecamatan itu rawan terbakar karena sebagian besar areanya tumbuh tanaman gambut.

Lebih dari Separuh Kawasan di OKI Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Presiden RI Joko Widodo bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo , Kapolri Jenderal Pol Badarudin Haiti, Menteri PU Basuki Hadimujono dan Gubernur Sumsel Ir Alex Noerdin meninjau langsung titik api di Desa Geronggong, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2015). Penanggulangan kabut asap akan lebih ditingkatkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM,  KAYUAGUNG -- Sebanyak 10 dari 18 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), berpotensi rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Untuk mengantisipasi kebakaran tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya menanggulangi
dengan cara mensosialisasikan ke warga untuk tidak membakar hutan membuka lahan, Minggu (5/2/2017).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, mewaspadai 10 kecamatan itu rawan terbakar karena sebagian besar areanya tumbuh tanaman gambut.

Penetapan 10 kecamatan tadi, juga diperkuat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala BPBD OKI Azhar SE melalui Umar Hasan selaku Kabid Penanganan Darurat dan Logistik dan Kasi Penanganan Darurat Fahrul Husni kepada wartawan mengatakan, prediksi BMKG ini berlaku mulai awal musim
kemarau di tahun ini hingga akhir tahun mendatang.

Disebutkannnya di 10 kecamatan yang rawan terbakar yakni, Kecamatan Tulung Selapan, Pampangan, Pangkalan Lampam, Cengal, Sungai Menang, Pedamaran Timur, sebagian Kecamatan Kayuagung, Tanjung Lubuk, Mesuji dan Air Sugihan.

Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help