Warga Resah Banyak Tronton Batubara Melintas Tanpa Pikirkan Dampak

Sehingga ditakut, bila tidak ada tindakan dari pemerintah atau aparat, warga yang kesal bisa bertindak lebih karena amarah sudah tidak terbendung lagi

Warga Resah Banyak Tronton Batubara Melintas Tanpa Pikirkan Dampak
TRIBUNSUMSEL.COM/ARI WIBOWO
Truk batubara 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Warga yang ada di jalan lintas baik itu di Desa Niru, Desa Lubaman dan Jalan Lingkar Prabumulih merasa resah dan terganggu dengan seringnya melintas tronton dan fuso batubara yang mengangkat melebihi notase.

Meski warga telah berupaya untuk menemui pihak pengelola, tetapi tidak ada hasil karena tidak berhasil untuk menemui pihak pengelola.

Musyawarah juga telah mereka melakukan dan memberikan himbauan terhadap sopir-sopir yang melintas untuk tidak melintas.

Tetapi, himbauan dan permintaan warga tidak digubris.

Sehingga, bila tidak ada tindakan dari aparat penegak hukum maka warga akan melakukan penghadangan terhadap tronton atau fuso pengangkut batubara yang melintas.

"Tronton atau fuso pengangkut batubara ini sangat meresahkan, karena sekali jalan mereka bisa konvoi sampai 30 tronton. Dampaknya bukan hanya kemacetan, akan tetapi juga polusi udara, rawan kecelakaan dan jalan-jalan sudah mulai berlubang," ujar Dedi warga Niru yang menyampaikan keluhannya saat ditemui di Mapolda Sumsel, Sabtu (4/2/2017).

Awalnya, warga tidak mengetahui apa yang diangkut tronton atau fuso yang melintas di Desa mereka.

Tetapi, lama kelamaan warga mengetahui jika tronton atau fuso berbadan besar ini mengangkut batubara.

Ternyata, ketika dicari tahu muatan tronton yang melintas di wilayah mereka sangat melebihi muatan.

Dari itulah, warga mulai mengambil tindakan agar tronton atau fuso yang melintas tidak terus bertambah.

Halaman
12
Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved