Mulut dan Hidung KS Berbusa Ternyata Ini yang Dikonsumsinya Sebelum Dipijat

Diduga korban over dosis obat, untuk memastikan penyebab kematian, korban kemudian dibawah ke kamar mayat RSUD Ibnu Setowo Baturaja tadi malam.

Mulut dan Hidung KS Berbusa Ternyata Ini yang Dikonsumsinya Sebelum Dipijat
net
Ilustrasi pijat 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Ks (50) warga Kabupaten Muaraenim, ditemukan meninggal di lokasi panti pijat kawasan, Batukuning, Kecamatan Baturaja Barat, Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (31/1/2017) kemarin malam.

Dari informasi yang diterima, jasad korban pertama kali, ditemukan seorang pekerja di panti tersebut yakni berinisial Er.

Posisi korban ditemukan telentang. Mulut dan hidungnya mengeluarkan busa.

"Dia (korban) datang sekitar pukul 16.00 dan waktu itu sendirian. Korban mau pijit dan langsung masuk dalam kamar teman saya sekitar setengah jam kemudian atau setelah buka pakaian mau pijit dia mau kebelakang dulu makanya langsung kebelakang. Sewaktu saya kebelakang ketemu dia udah roboh dan mulutnya keluar busah," ceritanya.

Diduga korban mengkonsumsi obat obatan sebelum keluar kamar karena dari tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan obat-obatan yang belum diketahui kegunaannya.

Jenazah KS saat dibawa ke rumah sakit
Jenazah KS saat dibawa ke rumah sakit

Diduga korban over dosis obat, untuk memastikan penyebab kematian, korban kemudian dibawah ke kamar mayat RSUD Ibnu Setowo Baturaja tadi malam.

Sementara itu, di TKP tampak terlihat Kasat Reskrim polres OKU AKP Harmianto SH M.Si, bersama KSPKT Ipda Charlie Simanjuntak dan Kapolsek Baturaja Timur AKP Saharudin SH, dikatakan Saharudin saat ini kasus tersebut tengah didalami oleh satreskrim polres OKU.

"Anggota satreskrim saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan teman korban. Korban ini sopir karena masih mengantri semen diduga korban ke panti pijat sembari menunggu, yang diamankan untuk sementara pakaian korban dan ada obat-obatan. Untuk penyebab meninggalnya masih diselidiki dan korban sudah di bawah ke RSUD untuk dilakukan visum," ujar Saharudin.(rws)

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help