TribunSumsel/

Sumsel Tanggap Darurat Karhutla

Pihaknya memastikan telah membentuk 136 Desa peduli api di wilayah wilayah terbakar tahun lalu, mereka akan menjadi ujung tombak.

Sumsel Tanggap Darurat Karhutla
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Yohanes Tri Nugroho

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel, H Alex Nordin menegaskan telah menetapkan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam status tanggap darurat ‎kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penetapan tersebut menyusul upaya antisipasi potensi kebakaran lahan gambut yang berada di kawasan Sumatera Selatan pada 2017.

" Kita sudah menetapkan status tanggap darurat, langkah itu kita ambil sebagai payung hukum bagi instansi pusat ‎ membantu Sumatera Selatan seperti bantuan helikopter water bombing dan lain sebagainya," ungkapnya usai mengikuti rapat koordinasi penanganan serta pencegahan karhutla, Selasa (24/01).

Ia menegaskan Sumatera selatan termasuk dari sembilan Provinsi yang dikumpulkan oleh presiden Joko Widodo untuk mendengarkan arahan presiden menghadapi potensi karhutla pada tahun 2017 ini.

Lanjutnya, kemarau pada tahun 2017 akan lebih panjang untuk itu pihaknya mengharapkan seluruh pihak bekerja sama untuk menghindarkan Sumsel dari bahaya kebakaran yang semakin besar.

" Kita juga telah menetapkan lima kabupaten ‎prioritas atau rawan karhutla yakni Ogan Ilir, OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, tapi bukan berarti daerah lain tidak diperhatikan, tapi kelima daerah itu memiliki lahan gambut sementara daerah lain berupa lahan mineral," jelasnya

Ia melanjutkan upaya penangan kebakaran lahan gambut cukup sulit dilakukan sementara untuk lahan mineral relatif akan mudah dalam proses pemadaman.

Pihaknya memastikan telah membentuk 136 Desa peduli api di wilayah wilayah terbakar tahun lalu, mereka akan menjadi ujung tombak.

Penulis: Yohanes Iswahyudi
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help