Nanan Keluhkan Kejahatan Modus Baru di Lubuklinggau, Pelaku Pura-pura Kenal Baik Korban

Kemudian, jika calon korban sudah masuk ke dalam mobil, penjahat akan membawanya pergi dan barulah tindakan kriminalitas dilakukan.

Nanan Keluhkan Kejahatan Modus Baru di Lubuklinggau, Pelaku Pura-pura Kenal Baik Korban
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
ā€ˇWalikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.Com, E‎ko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-- Sebagai kota transit, Lubuklinggau menjadi salah satu daerah yang sangat rawan setiap tindakan kriminalitas.

Berbagai modus kejahatan pun dengan mudah berkembang di kota yang berjuluk Sebiduk Semare ini.

Seperti disampaikan Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe usai mengukuhkan 17 orang Unit Pemberantasan Pungli menyampaikan, modus kejahatan terus berkembang, belakangan kembali muncul modus baru kejahatan yang bisa menimpa siapapun.

Tidak lagi menggunakan hipnotis, tetapi pelaku kejahatan berpura-pura menjadi orang yang dikenal baik oleh korbannya.

"Iya modus baru kriminalitas, penjahat pura-pura kenal dekat dengan korbannya. Mereka menyapa dengan baik, hanya untuk menggiring korbannya masuk ke dalam mobil yang bersangkutan," ujarnya pada Tribunsumsel.Com, Selasa (17/1).

Kemudian, jika calon korban sudah masuk ke dalam mobil, penjahat akan membawanya pergi dan barulah tindakan kriminalitas dilakukan.

"Ini harus diwaspadai masyarakat, karena sudah ada yang terjadi, meski belum terlaporkan ke pihak berwajib," katanya.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga mengaku belum mendapat laporan apapun atas kejahatan dengan modus tersebut.

Bahkan, ia sendiri baru mendengar modus tersebut dan akan mulai mencoba cek dengan menurunkan timnya.

"Selain turunkan tim, akan coba cek laporan-laporan yang ada. Sejauh ini kan tiap hari Kapolsek melapor ke Kapolres, dan sejauh ini saya belum pernah baca modus seperti itu," ungkapnya.

Menurutnya, jika memang ada masyarakat yang menjadi korban kejahatan dengan modus seperti disampaikan Walikota tersebut, untuk segera melapor ke kepolisian.

"Tapi ini belum ada laporan, paling menyiapkan langkah antisipasi dengan menyampaikan door to door agar masyarakat tidak terpengaruh hal-hal seperti itu," ucapnya. (joy)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved