Meski Ada Dua Juta UMKM di Sumsel Tapi Produknya Belum Memiliki Daya Saing

"Selama ini 90 persen usaha disumbang UMKM. Ironisnya produk yang dikirim keluar Sumsel maupun Indonesia, semua dari usaha besar bukan UMKM," kata Jaz

Meski Ada Dua Juta UMKM di Sumsel Tapi Produknya Belum Memiliki Daya Saing
TRIBUNSUMSEL.COM/ ARIEF B ROHEKAN
Stand UMKM Sumsel dalam bazar Akomindo di halaman DPRD Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,---Daya saing produk yang dihasilkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sumsel, di pasar masih rendah dan dianggap belum memiliki daya saing tinggi untuk mampu berkompetisi di pasar nasional bahkan internasional.

Hal ini diungkapkan Kabid UMKM Dinas Koperasi dam UMKM Pemprov Sumsel Jazuli, disela-sela kegiatan Asosiasi UMKM Indonesia (Akomindo) Sumsel, dengan tema Melalui lomba dan bazar pada momentum hari ibu tahun 2016, mari kita tingkatkan produk industri rumahan khas sumsel yang berdaya saing menuju Asian Games 2018, di lapangan DPRD Sumsel, Jumat (16/12).

"Selama ini 90 persen usaha disumbang UMKM. Ironisnya produk yang dikirim keluar Sumsel maupun Indonesia, semua dari usaha besar bukan UMKM," kata Jazuli.

Menurutnya, hal ini berbeda dengan daerah-daerah yang mengandalkan pariwisata yang ada di Indonesia, UMKM nya memiliki produk yang punya daya saing tinggi.

"Coba bandingkan dengan Jogyakarta dan Bali, sumbangsih UMKMnya tinggi, bisa 50: 50. Sekarang bagaimana UMKM Sumsel mengejarnya, dan persoalan ini bukan pemerintah saja yang membina UMKM, tapi ada BUMN, BUMD, termasuk Akomindo itu sendiri," jelasnya

Diterangkam Jazuli, di Sumsel sendiri terdapat sekitar 2 juta UMKM, namun yang terdaftar (by name by adreas) baru sekitar 116 ribuan, sehingga untuk melakukan pembinaan pihaknya sulit mengakomodirnya sendiri.

"UMKM harus kreatif dan inovatif, mengingat kita akan bersaing di pasar bebas. Seperti pempek sekarang, apakah kita tahu pengusaha diluar tidak membuat juga, dan suka atau tidak sekarang persaingan bebas, dan harus siap menghadapinya," cap Jazuli

Untuk persaingan secara nasional sendiri produk UMKM Sumsel, terkadang masih kalah dengan produk provinsi lain seperti Sumatera Barat dan sebagainya.

"Kalau pakaian muslim jelas kita kalah dengan Padang, apalagi makanan rendang yang sudah diakui internasional, bisa tahan 1 tahun. Sedangkan pempek kita tahan berapa lama, termsuk kue Maksuba, dan ini yang harus kita perhatikan," tegasnya.

Untuk itu, kedepannya Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel bersama mitranya yang ada, akan melakukan pembinaan kepada UMKM khususnya yang telah terdaftar, agar produk yang dihasilkan benar- benar memiliki daya saing yang tinggi.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help