Waskita: Masyarakat Sumsel Harus 'Menikmati' Debu dari Pembangunan LRT

Dengan dukungan semua pihak, lanjut Pius tentu bisa berjalan dan dapat selesai sebelum Asian Games 2018.

Waskita: Masyarakat Sumsel Harus 'Menikmati' Debu dari Pembangunan LRT
TRIBUNSUMSEL.COM/WENI WAHYUNY
Focus Group Discussion and Workshop Nasional Sistem Angkutan Umum Masal Berkelanjutan LRT Palembang di Graha Sriwijaya Kampus Universitas Sriwijaya, Rabu (30/11/2016) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wakil Kepala Divisi II Waskita Karya Pius Sutrisno menjelaskan bahwa lebar jalan rel dapat mencapai 1067 mm sementara untuk stasiun ada 13 stasiun ditambah 9 sub stasiun. 

Menurutnya setidaknya pembangunan LRT biasanya memakan waktu hingga 4 tahun, namun hanya di Sumsel yang memakan waktu hanya 2.5 tahun sejak 21 Oktober 2015 sampai 30 Juni 2018 dengan masa pemeliharaan 365 hari.

"Pengerjaan LRT di Sumsel paling cepat di dunia, ini adalah proyek roket. Biasanya memakan waktu 4 tahun, di Sumsel hanya 2,5 tahun," ungkap dalam Focus Group Discussion and Workshop Nasional Sistem Angkutan Umum Masal Berkelanjutan LRT Palembang di Graha Sriwijaya Kampus Universitas Sriwijaya, Rabu (30/11/2016)

Dengan dukungan semua pihak, lanjut Pius tentu bisa berjalan dan dapat selesai sebelum Asian Games 2018.

Diakuinya dampak dari pembangunan LRT menjadikan jalan menjadi bergelombang dan macet.

 "Kalau pahlawan kita dulu berkorban sampai titik darah penghabisan, kita (Waskita) minta pengorbanan masyarakat Sumsel menikmati debu dan minta jangan demo," terangnya. 

Ikuti kami di
Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Hartati
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help