Warga Desa Tanjung Heboh Temukan Jasad Tanpa Identitas Mengapung di Sungai

Pasalnya warga di kejutkan dengan sesosok mayat yang mengapung di Sungai Lematang, Rabu (30/11/2016) Sekitar pukul 11.30 Wib.

Warga Desa Tanjung Heboh Temukan Jasad Tanpa Identitas Mengapung di Sungai
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Mayat tanpa identitas ditemukan di desa Tanjung Kecamatan Belimbing yang dibawa ke Kamar Jenazah RS HM Rabain Muaraenim 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM - Warga Desa Tanjung Kecamatan Belimbing Kabupaten Muaraenim mendadak heboh.

Pasalnya warga dikejutkan dengan sesosok mayat yang mengapung di Sungai Lematang, Rabu (30/11/2016) Sekitar pukul 11.30 Wib.

Berdasarkan informasi yang berhasil Tribun himpun di lapangan,sesosok jasad tersebut memiliki ciri-ciri mengenakan baju kaos lengan panjang warna biru dongker,dengan menggenakan dalaman baju partasi.

Diperkirakan berusia sekitar 40 tahun,tinggi badan sekitar 165 cm ,rambut bergelombang,menggenakan celana training panjang warna hitam,selain itu di temukan sarung parang yang di selempangkan di tubuh korban.

Hingga berita ini di turunkan belum diketahui identitas korban.

jasad tersebut saat ini di bawa ke ruang jenazah RS HM Rabain Muaraenim.

Seperti yang di katakan oleh Kapolres Muaraenim,AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek Gunung Megang,Biladi Ostin didampingi Kasubag Humas,AKP Arsyad membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Jasad pertama kali di temukan oleh warga yakni Sahrul dan Rozali warga Desa Tanjung Kecamatan Muaraenim saat mereka tengah mancing di pinggir sungai lematang,dan tiba-tiba mereka melihat ada sesuatu hanyut dan mengapung di atas sungai karena curiga wargapun mendekat,dan ternyata itu sosok jasad," jelasnya.

Di katakannya hingga saat ini pihaknya belum mengetahui identitas jasad tersebut.

" Korban sudah kita bawa ke RS HM Rabain untuk di visum,dan bagi warga yang merasa kehilangan keluarga bisa mengecek langsung ke RS HM Rabain Muaraenim," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Hartati
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help