Teroris Majalengka Berniat Produksi Sabu Sebelum Racik Bom

Mereka berbaiat kepada kelompok Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN) pimpinan Bahrun Naim, yang terafiliasi dengan kelompok radikal ISIS.

Teroris Majalengka Berniat Produksi Sabu Sebelum Racik Bom
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Boy Rafli Amar menunjukan barang bukti berupa buku milik terduga teroris, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/1/2014). 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA  — Kelompok teroris Majalengka pernah berniat memproduksi sabu.

Mereka mendirikan laboratorium untuk membuat barang haram tersebut. Ide ini dicetuskan sebelum kelompok itu meracik bom berdaya ledak tinggi.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, kelompok ini mulanya berniat menjual sabu untuk menopang biaya kegiatan teror. 

"Cita-citanya sabu dijual untuk mendapat uang untuk kegiatan aksi teror," ujar Boy di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Salah satu pelaku berinisial RPW mencetuskan pembuatan laboratorium. Ia berbekal pengetahuan selama menjalani pendidikan di bidang pertanian.

RPW hobi bereksperimen dengan senyawa kimia. Laboratorium itu pun dibuat di rumahnya dengan peralatan seadanya.

"Dengan adanya persamaan persepsi dengan kelompoknya, mereka mencoba memproduksi sabu," kata Boy.

Namun, belakangan rencana mereka membuat sabu berganti menjadi ide untuk meracik bom dari bahan kimia.

Hal tersebut disebabkan RPW dianggap belum berhasil meracik sabu dengan takaran yang tepat.

Boy memastikan kelompok ini tidak pernah jadi memproduksi sabu karena langsung beralih ke pembuatan bahan peledak.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Yohanes Iswahyudi
Sumber: Kompas
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help