Berita Kriminal Sumsel

Terorganisir, Saat Curi Bantalan Rel Kereta api Oknum Karyawan PT KAI Masih Kenakan Seragam

Kabag Ops menuturkan, para pelaku dalam menjalankan aksinya mencuri bantalan rel menggunakan

Terorganisir, Saat Curi Bantalan Rel Kereta api Oknum Karyawan PT KAI Masih Kenakan Seragam
TRIBUNSUMSEL/ EDISON
Kabag Ops Polres Prabumulih, Kompol Andi Supriadi SIK SH MH bersama Manager Pengamanan Objek Vital Divre III, Letkol Muhammad Yamin ketika menggelar tangkapan sembilan oknum petugas PT KAI yang mencuri bantalan rel kereta di kawasan Prabumulih. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SIK SH MH mengungkapkan, diringkusnya para pelaku bermula dari laporan adanya pencurian besi bantalan rel kereta api pada Jumat (25/11/2016) lalu.

Menindaklanjuti laporan itu petugas yang melakukan penyelidikan berhasil meringkus penadah besi rel hasil curian, petugas kemudian melakukan pengembangan hingga diketahui nama-nama aktor pencuri besi rel yang kerab mencuri di Prabumulih.

"Petugas kami yang kemudian melakukan pengembangan akhirnya berhasil meringkus sembilan pelaku, semuanya oknum pegawai PT KAI dan bahkan ada satu oknum pelaku merupakan Kepala Resort pengamanan jalur," tegas Andi.

Kabag Ops menuturkan, para pelaku dalam menjalankan aksinya mencuri bantalan rel menggunakan baju seragam PT KAI, selain itu kawanan tersebut terorganisir dengan pembagian tugas masing-masing.

"Mereka itu ada kepalanya, ada yang bagian motong besi dan ada yang bagian menjual. Mereka ini selain beraksi saat jam kerja juga menggunakan seragam PT KAI," tuturnya.

Besi-besi yang dicuri kawanan tersebut merupakan besi bantalan rel cadangan, dimana terletak di pinggir-pinggir rel untuk pergantian jika ada bantalan rusak namun justru dicuri dengan cara dipotong oleh kawanan pencuri.

"Para pelaku menggunakan besi las pemotong khusus dalam aksinya, kami akan terus dalami kasus ini. Terhadap para pelaku akan kita jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tegasnya.

Sementara, Nasirwan dihadapan petugas mengaku tidak melakukan pencurian disebabkan besi-besi yang dijual sudah tidak terpakai.

"Besi sudah tidak terpakai jadi dijual, kami bagi rata, kadang Rp 400 ribu tiap orang, diangkut menggunakan mobil saya," ujar pria yang telah 20 tahun bekerja di PT KAI tersebut.

Terpisah, Humas PT KAI Divre III, Aida Suryanti melalui Manager Pengamanan Objek Vital Divre III, Letkol Muhammad Yamin mengungkapkan, enam pelaku karyawan tetap PT KAI dan tiga merupakan petugas outsurcing.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Edison
Editor: M. Syah Beni
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help