Tampilkan Seni Budaya Kebhinekaan

Selain itu, M Thohir juga menyampaikan imbauan untuk seluruh generasi muda harus tetap komitmen dan kompak.

Tampilkan Seni Budaya Kebhinekaan
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Sejumlah penampilan memeriahkan apel kebhinekaan nusantara damai di Lubuklinggau 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Apel siaga Nusantara Bersatu digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk juga di kota Lubuklinggau yang dipusatkan di markas Komando Militer (Kompi) 0406 daerah setempat, Rabu (30/11/2016).

Dandim 0406 Mura, Lubuklinggau, dan Muratara Letkol Inf M Thohir menyampaikan Kegiatan apel siaga bersatu merupakan bentuk perwujudan berbagai macam suku, agama, dan etnis.

Semuanya bersatu padu untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ternyata di sanubari yang terdalam masih tetap sama yaitu merah putih. Mereka masih dalam kesatuan yang utuh yaitu bangsa indonesia," ungkapnya.

M Thohir juga menyampaikan, acara yang di gelar sengaja menampilkan berbagai macam kesenian budaya yang ada di tiga wilayah yaitu Mura, Lubuklinggau, dan Muratara.

Mulai dari kesenian reok Ponorogo, dram ben, puisi. Termasuk juga barongsai budaya asli etnis Tionghoa ditampilkan.

dandim lubuklinggau
Dandim 0406 Mura, Lubuklinggau, dan Muratara M Thohir

"Kita tidak mengenal hanya satu budaya tapi mengenal ke aneka ragaman budaya dan tetap bersatu padu atas nama Indonesia. Karena mereka sudah lahir dan tumbuh di Indonesia. Artinya mereka juga budaya Indonesia. Yang patut saling menghargai untuk menjaga keutuhan NKRI," terangnya.

Menurut M Thohir masyarakat yang hadir dari tiga wilayah sekitar 3000 orang.

Ini membuktikan antusiasme dari masyarakat walau pun tanpa diundang mereka senang menggunakan pita merah putih, mengucapkan ikrar bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan harus dipertahankan.

"Kita adalah bangsa yang bisa menghargai pahlawannya, bangsa yang mampu menunjukkan ke aneka ragaman, namun tetap menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan. Ini semua menunjukkan ke Bhinekaan yang merupakan pilar bangsa Indonesia," ucapnya.

Selain itu, M Thohir juga menyampaikan imbauan untuk seluruh generasi muda harus tetap komitmen dan kompak.

Karena bila tidak kompak NKRI mudah dipecah belah oleh bangsa asing.

"Untu itu jangan pernah rapuh jangan pernah melupakan sejarah, selalu taat untuk belajar dan kompak dalam pendirian. Supaya mampu mewujudkan bangsa Indonesia yang ber Bhineka Tunggal Ika," pungkasnya. Mg 18

Ikuti kami di
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help