Perencanaan Salah, Kontraktor Polisikan Konsultan

Setelah merasa dirugikan akibat kesalahan perencanaan yang dibuat konsultan proyek, CV Grafika Multi Visi beralamat di Jl Arogon Mega

Perencanaan Salah, Kontraktor Polisikan Konsultan
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
PT Tri Bhakti Prima selaku kontraktor Pembangunan Jembatan Muhammad Thamrin Ibrahim, Rabu (30/11/2016) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL.com,PALEMBANG--Setelah merasa dirugikan akibat kesalahan perencanaan yang dibuat konsultan proyek, CV Grafika Multi Visi beralamat di Jl Arogon Mega 11 No 22 kota Bekasi Jabar, kontraktor pembangunan jembatan Plengkung Ponton di Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang melaporkan hal tersebut kepada Polda Sumsel.

"Kami sudah mengalami kerugian sekitar Rp 1 Miliar, lebih akibat konsultan salah membuat perencanaan pembangunan pangkal jembatan (abutment)," kata Direktur PT Tri Bhakti Prima selaku kontraktor Pembangunan Jembatan Muhammad Thamrin Ibrahim, Rabu (30/11) di Palembang.

Menurut Thambrin, permasalahan terjadi karena lokasi pemasangan tiang, ternyata tidak sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat konsultan. Sehingga pekerjaan mereka sia-sia.

"Lokasi pengeboran yang dibuat oleh konsultan ternyata tidak bisa di bor, karena kondisi tanahnya berbatu, dalam satu hari kami cuma bisa mengebor 70 sentimeter dengan diameter 60 sentimeter," jelasnya.

Seharusnya, kata dia, sesuai perencanaan proyek terdapat 24 titik pengeboran dengan kedalaman 7 meter. Namun, karena kondisi tanah berbatu sehingga menyulitkan pekerja melakukan pengeboran.

"Padahal di perencanaan proyek tersebut kondisi lahan itu pasir dan tanah. Kito sudah mulai ngebor bulan Agustus lalu, sampai sekarang baru dapat 7 lubang, itupun tidak sesuai dengan kedalaman yang disyaratkan," ungkapnya.

Maka dari itu, pihaknya memutuskan, untuk mundur dari proyek pembangunan tersebut karena tidak bisa dikerjakan. 

"Konsekuensi yang kami dapat saat mundur dari proyek yakni berupa sanksi dan terancam putus kontrak," tegas Thamrin.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Empat Lawang sebagai penyedia jasa. Namun, pihak PUBM juga menyarankan untuk melakukan pemberhentian kontrak secara damai.

"Dalam kontrak itu, tidak tertulis untuk penggantian kerugian akibat kesalahan perencanaan, tetapi hanya penggantian akibat bencana alam seperti banjir atau tanah longsor. Maka dari itu kami akan mengadukan konsultan perencanaan ini yang telah merugikan kami dan juga pemerintah," tandasnya, seraya nantinya pihak kepolisian menindaklanjutinya secata profesional.

Proyek Jembatan Plengkung Ponton ini masuk dalam pembangunan tahun 2016 dengan nilai anggaran Rp 5,9 Miliar untuk pembangunan Pangkal Jembatan (Abutment) dengan bentang jembatan lebih dari 90 meter. Target penyelesaian pembangunan abutment ini berakhir di awal Desember 2016.

Sementara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) PU BM Empat Lawang Khairul saat dikonfirmasi melalui telepon belum bisa menjawab pertanyaan dari Tribun Sumsel, karena (gangguan) sinyal, putus sambung dan saat di SMS belum dibalas yang bersangkutan.

Ikuti kami di
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Muhamad Edward
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help