Ini Dampak Penyakit Bagi Para Pekerja Jika Tak Menggunakan Alat Pelindung Diri

Dampak penyakit yang diderita para pekerja akibat tempat kerjannya ini, memang tak langsung langsung berdampak.

Ini Dampak Penyakit Bagi Para Pekerja Jika Tak Menggunakan Alat Pelindung Diri
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Sosialisasi yang diadakan Dinas Kesehatan kota Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Para pekerja, baik yang merupakan pekerja home industri, karyawan perusahaan, mauapun pekerja kantoran rentan akan terkena penyakit jika para pekerja tak menggunakan alat pelindung diri.‎

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Seksi Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan kota Palembang, Erma Febrianti saat menggelar sosialisasi mengenai penyakit akibat bekerja, yang digelar di ruang rapat Parameswara kantor walikota Palembang, Rabu (30/11/2016).

Menurut Erma, dampak penyakit yang diderita para pekerja akibat tempat kerjannya ini, memang tak langsung langsung berdampak.

Namun, dampak kesehatan ini, baru akan terasa sekitar 5-10 tahun mendatang.‎

"Misalnya saja para pekerja, biasa kerja dipabrik yang berisik, tentu saja jika tidak menggunakan alat penutup telinga, bisa jadi nantinya para pekerja bisa tuli. Contoh lain juga, bila para pekerja home industri yang terkaitan dengan debu, jadi jika tidak menggunakan pelindung mulut dan hidung, dampaknya bagi kesehatan sangat terasa," ujarnya saat dibincangi.‎

"Jadi kita perlu sosialisasikan kepada para pekerja untuk mensosialisasikan tentang penggunaan alat pelindung diri dalam bekerja," tambahnya.‎

Erma menjelaskan, sebenarnya ini selain dari tanggung jawab pihak perusahaan.

Alat pelindung diri ini merupakan tanggung jawab dari para pekerja secara pribadi.

Karena, banyak para pekerja yang sudah diberikan alat pelindung diri dari perusahaan namun mereka enggan menggunakan alat tersebut, karena ketidaknyaman dalam bekerja ketika menggunakan alat tersebut.

"Nanti kalau sudah terkena penyakit atau terkendala kesehatan selama mengalami pekerjaan baru mereka mengeluh," jelasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Hartati
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help