2017 Perguran Tinggi Dilarang Buka Program Studi Baru Bidang Humaniora

Jamad mencontohkan, untuk di provinsi Sumsel misalnya jurusan humaniora sudah terbilang sangat banyak dan hampir ada disetiap perguruan tinggi.

2017 Perguran Tinggi Dilarang Buka Program Studi Baru Bidang Humaniora
TRIBUNSUMSEL.COM/MOCHAMAD KRISNARIANSYAH
Suasana pengarahan dosen dan pimpjtan PTS di Aula kopertis wilayah II, Rabu (29/11/2016). Nampak Inspektur Jenderal Kemenristek dikti Jamad Wiwoho saat menyampikan arahanya 

Laporan Wartawan TribunSumsel.Com,Mochamad Krisnariansyah

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG – Meski jumlah perguruan tinggi  sangatlah banyak, namun tidak searah dengan kualitas dan mutu pendidiknya.

Hal ini membuat Kemeristek Dikti memberlakukan penghentian sementara atau moratorium izin program studi (prodi) baru.

Ketentuan moratorium itu tertuang dalam Surat Edaran 2/M/SE/IX/2016, melarang setiap perguruan tinggi (PT) membuka bidang keilmuan humaniora baik di tingkat universitas, institute maupun sekolah tinggi.

Perguruan tinggi sekarang hanya diizinkan untuk membuka bidang eksak seperti kedokteran, teknik ataupun farmasi. Sedangkan untuk ilmu hukum, ekonomi , sospol dan budaya yang termasuk bidang humaniora di stop dahulu,” Ujar Inspektur Jenderal Kemenristek Dikti, Jamad Wiwoho SH M.Hum saat dibincangi Tribunsumsel usai memberikan pengarahan kepada berbagai dosen dan pimpinan PTS di Aula Kopertis Wilayah II, rabu (29/11/2016).

Penghentian izin ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang ingin mendorong peningkatan SDM pada pembangungan infrastruktur dan kemaritiman.

Mengingat bahwa tugas utama dari PT sebagai ‘Agen of Change’ harus menghasilkan lulusan yang bisa membawa Indonesia  lebih maju kedepannya.

“ Pak Presiden Jokowi sudah memiliki master plan tersebut, dan kita nilai moratorium ini sejalan dengan arah tersebut. Apalagi saat ini lulusan di bidang eksak masih minim dengan kebutuhan pembangunan yang sangat besar, maka persiapan SDM harus lebih diutamakan,” bebernya.

Jamad mencontohkan, untuk di provinsi Sumsel misalnya jurusan humaniora sudah terbilang sangat banyak dan hampir ada disetiap perguruan tinggi.

Padahal potensi alam yang besar di Sumsel membutuhkan tenaga SDM yang tidak hanya humaniora melainkan pada bidang pertanian ataupun perkebunan.

 “ Prodi langkah inilah yang seharusnya lebih diutamakan nantinya, mengingat moratorium ini akan berlangsung mulai 2017 mendatang sehingga harus dimanfaatkan betul,” tuturnya.

Ikuti kami di
Penulis: Mochamad Krisnariansyah
Editor: Hartati
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help