Satlinmas Harus Mampu Mengamankan Masyarakat

Dulu hansip sekarang Satlinmas. Tapi secara tugas dan fungsi masih sama memberikan perlindungan dan pengayoman masyarakat.

Satlinmas Harus Mampu Mengamankan Masyarakat
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe saat dibincangi usai pelantikan Satlinmas di Gedung Kesenian Kelurahan Kayu Ara. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Untuk penegakan disiplin dan menciptakan ketertiban dalam masyarakat.

Sebanyak 1306 Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) kota Lubuklinggau di lantik.

Namun yang dilantik hanya perwakilannya saja yang terdiri dari 72 kepala Satlinmas, dan 288 anggota perwakilan dari 72 kelurahan se kota Lubuklinggau, Senin (21/11/2016).

Usai pelantikan Wali kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengungkapkan di bentuknya Satlimas merupakan tuntutan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) untuk membantu pihak kepolisian dalam mengamankan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Saya pribadi, merasa bersyukur, karena jumlah polisi sangat sedikit. Untuk kota Lubuklinggau jumlah personil Polisi hanya 400 orang. Sementara jumlah RT di kota Lubuklinggau ada 513. Artinya Polisi saja kalau mengamankan masing-masing RT tidak cukup. Jadi alhamdulillah dengan dilantiknya Satlinmas ini bisa membantu mengamankan masyarakat," ungkapnya.

Menurut Wali kota yang biasa di sapa Nanan ini, tupoksi Satlinmas ini sebenarnya sama dengan hansip jaman dulu, namun hanya namanya saja yang bertranformasi.

Dulu hansip sekarang Satlinmas. Tapi secara tugas dan fungsi masih sama memberikan perlindungan dan pengayoman masyarakat.

"Tugasnya membatu penanggulangan bencana, membantu mengamankan masyarakat, membantu menertibkan sosial masyarakat, membantu penertiban saat pelaksaan pemilu, serta membantu pengamanan negara," ungkapnya.

Hanya saja kata Nanan, anggaran untuk masing-masing Satlinmas ini tidak ada.

Namun ia sudah mempunyai Metode dan memberikan masukan supaya Satlinmas ini dapat insentif, dengan cara Satlimas menghidupkan pos kamling dan menjaga kebersihan.

"Kemudian silakan minta iuran kepada masyarakat dengan catatan harus ada persetujuan camat dan lurah, penarikan iuran semacam itu legal karena ada persetujuan dari pak lurah nya masing-masing," kata Nanan.

Bahkan Nanan juga mencontohkan di kota besar seperti Jakarta saja semuanya bayar.

Tugasnya tidak perlu muluk-muluk tidak perlu berlebihan tapi berbuat mengamankan wilayah dan kebersihan.

"Dengan demikian keamanan bisa di wujudkan kebersihan juga bisa di wujudkan," Pungkasnya.‎

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved