Danamon Alokasikan Rp 500 Juta Pelatihan Mitigasi Kebakaran

Memang paling rentan adalah penggunaan kompor dan arus listrik, untuk itulah dalam edukasi ini dijelaskan juga sifat-sifat api itu sendiri.

Danamon Alokasikan Rp 500 Juta Pelatihan Mitigasi Kebakaran
ILUSTRASI/TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Kebakaran yang terjadi di jalan Basuki Rahmad Palembang, Selasa (8/11/2016). 

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG - Melalui Yayasan Danamon Peduli yang dibentuk PT Bank Danamon Indonesia, menggelar pelatihan mitigasi kebakaran serta penyediaan alat pemadam api ringan (Apar) di beberapa pasar se Indonesia melalui PD Pasar sepanjang 2016.

Pelatihan dan pengadaan yang dikerjasamakan dengan pemerintah daerah (Pemda), bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam hal ini diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dan Danamon  mengalokasikan anggaran CSR tersebut sebesar Rp 500 juta pada tahun 2016 ini.

Di Palembang sendiri Yayasan Danamon Peduli memberikan bantuan sebanyak 32 APAR kepada pihak pengelola pasar yakni Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya.

Menurut Program Officer Yayasan Danamon Peduli PT Bank Danamon Indonesia Tbk Dimas Purwo Anggoro, kegiatan ini merupakan program nasional bersama dengan BNPB, yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Kota Palembang.

“Pasar umumnya tempat keramaian dan beragam aktivitas, untuk itulah kami memilih pasar sebagai objek edukasi dari program yang digulirkan ini, agar pengelola pasar, pedagang dan masyarakat dapat mengurangi resiko kebakaran,” katanya, Rabu (16/11/2016).

Dikatakan, program yang digulirkan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan berupa alat pemadam, namun juga edukasi tentang penanggulangan api, agar tidak meluas, termasuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan pasar.

“Dalam kegiatan ini kami memberikan pelatihan perwakilan dari pihak pasar tentang teori dan praktik, terhadap penanggulangan api, sehingga bencana kebakaran dapat dicegah, untuk saat ini sebagian besar peserta adalah pengelola pasar,” jelasnya.

Dimas mengakui, dua hal yang sering menjadi sumber kebakaran adalah listrik dan kompor. Di area pasar, utamanya banyak kabel-kabel arus listrik, termasuk juga penjual makanan yang menggunakan kompor sebagai alat penjualan.

“Memang paling rentan adalah penggunaan kompor dan arus listrik, untuk itulah dalam edukasi ini dijelaskan juga sifat-sifat api itu sendiri dan cara yang paling efektif untuk menanggulangi ketika kebakaran terjadi,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pemberian bantuan ini, simbolis bantuan diberikan langsung oleh Regional Small and Medium Enterprise (SME) kepada pihak PD Pasar Palembang Jaya.

“Kami apresiasi dari upaya dari pihak perbankan ini untuk peduli dengan pasar, sebenarnya sudah ada pengamanan yang ada di Pasar, namun ini lebih kepada mengingat kembali, dan waspada pada bencana kebakaran,” jelas Direktur Operasional PD Pasar Palembang Jaya Febrianto.

Febri mengakui, petugas keamanan khususnya, sangat terbantu dengan kegiatan ini, termasuk juga ada kegiatan praktik, sehingga lebih mudah dipahami, dan diimplementasikan sewaktu-waktu.

“Dengan pemahaman ini setidaknya bisa mencegah potensi maupun resiko yang terjadi,” pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved