Masyarakat Prabumulih Bunuh Pohon Penghijauan Akan Masuk Penjara

Masyarakat kota Prabumulih maupun pemilik toko yang masih menebang atau membunuh pohon penghijauan

Masyarakat Prabumulih Bunuh Pohon Penghijauan Akan Masuk Penjara
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Tanaman penghijauan di depan Ruko masyarakat di Jalan Jendral Sudirman beberapa waktu lalu yang mati diduga diberi oli oleh oknum tak bertanggungjawab.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Masyarakat kota Prabumulih maupun pemilik toko yang masih menebang atau membunuh pohon penghijauan yang ditanam Pemerintah kota Prabumulih di sepanjang jalan, siap-siap mendekam di balik jeruji penjara.

Pasalnya, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM meminta pihak kepolisian dan petugs Pol PP agar para pelaku yang menebang pohon penghijauan maupun membunuh dengan cara menyiram air panas atau oli untuk ditangkap.

"Kita minta Polres Prabumulih mendukung kita, kita akan adukan dan penjarakan orang yang tebang pohon penghijauan atau membunuh pohon dengan menyiram menggunakan oli maupun minyak lainnya. Polres kita minta menindaklanjuti nanti jika kita melapor," ungkap Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM kepada Tribunsumsel.com ketika diwawancarai usai acara aksi dan festival Prabumulih Ijo di taman kota Prabujaya akhir pekan kemarin.

Menurut orang nomor satu di Bumi Seinggok Sepemunyian itu, sebagai shock terapi sekaligus peringatan pihaknya meminta kepolisian memenjarakan masyarakat yang membunuh pohon penghijauan meskipun hanya satu hari.

"Itu akan menjadi pelajaran, kan kita tanam pohon penghijauan untuk masyarakat, untuk pemilik ruko (rumah toko), selain untuk penghijauan juga membuat rumah atau toko teduh. Jangan karena masalah ekonomi lalu tanaman ditebang atau dibunuh, banyak manfaatnya," katanya.

Lebih lanjut Ridho mengatakan, terkait persoalan itu dalam waktu dekat pihaknya akan membuat edaran ke seluruh masyarakat agar tidak menebang atau membunuh pohon penghijauan.

"Nanti kita akan buat surat edaran untuk pemberitahan ke masyarakat, agar apa yang telah ditanam pemerintah untuk penghijauan tidak ditebang. Kita tegaskan penjarakan jika ada yang menebang, sama dengan penerima bantuan yang menjual bantuannya kita minta juga dipenjarakan," bebernya.

Menanggapi pernyataan Walikota Prabumulih itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SIK SH MH mengatakan, pihaknya tentu akan memproses jika memang adanya laporan ke Polres Prabumulih terkait pengrusakan tanaman pemerntah tersebut.

"Kalau memang ada laporan ke kita akan segera kita tindaklanjuti, pelaku pengrusakan akan kita proses," tegasnya.

Penulis: Edison
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help