Penemuan Jenazah di Prabumulih

Guru Agama dan Adik Iparnya Habisi Sopir karena Banyak Hutang dan Biaya Istri Melahirkan

M Suhan bersama adik iparnya Evan Irawan (39) dan seorang pelaku lagi yang masih DPO telah merancanakan perampokan terhadap sopir travel.

Guru Agama dan Adik Iparnya Habisi Sopir karena Banyak Hutang dan Biaya Istri Melahirkan
SRIWIJAYA POST/BERI SUPRIYADI
ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bukannya menjadi contoh yang baik, guru agama di SDN yang ada Empat Lawang, malah menjadi dalang melakukan perampokan disertai pembunuhan.

Korbannya Arie Iskandar (27) warga kawasan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang yang ditemukan tewas di Desa Lembak, Kabupaten Prabumulih beberapa waktu lalu.

Muhammad Suhan (47) yang merupakan Guru Agama di SDN Muara Pinang Empat lawang mendalangi perampokan terhadap korban Ari.

M Suhan bersama adik iparnya Evan Irawan (39) dan seorang pelaku lagi yang masih DPO telah merancanakan perampokan terhadap sopir travel.

"Kami sudah berencana, siapa pun sopir travelnya akan kami rampok. Awalnya tidak mau membunuh korban, tetapi karena korban melawan membuat TD menusuk korban hingga tewas," ujarnya saat diamankan di Mapolda Sumsel, Senin (31/10/2016).

pembunuh sopir travel
Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Hans Rahmatulloh ketika menginterogasi tersangka, Senin (31/10/2016).

Mobil hasil perampokan dijual ke Pendopo seharga Rp 20 juta.

Dirinya mendapatkan jatah Rp 4.8 juta dan uangnya untuk membayar hutang cicilan mobil senilai Rp 3.5 juta dan membayar hutang motor.

"Aku ini hanya golongan C dengan gaji Rp 2.5 juta. Karena selalu ditagih hutang dan menghidupi empat anak serta kebutuhan sehari-hari tidaklah cukup dengan gaji seperti itu. Jadi kami berencana melakukan perampokan," ujarnya sambil meringis kesakitan.

Sedangkan tersangka Evan Irawan (39) menuturkan ia bertugas jerat tali nilon ke leher korban saat korban sedang duduk di kursi sopir.

Korban yang lehernya sudah dijerat, sempat akan berontak sehingga membuat TD langsung menusuk korban menggunakan pisau.

"TD bilang jangan tanggung kalau merampok, korbannya harus di habisi biar tidak bisa mengungkapkan kejadian. Meski aku sudah melarang TD, tetapi tetap ditusuk juga," ujarnya.

Ia sendiri, mendapatkan jatah Rp 4.5 juta.

Uang tersebut digunakannya untuk membayar biaya persalinan anaknya yang baru melahirkan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Hans Rahmatulloh menuturkan, kedua tersangka ini ditangkap di tempat yang berbeda setelah melakukan penyelidikan cukup lama.

"Kedua tersangka ini memang pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Ari Iskandar beberapa waktu lalu. Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lagi," ujarnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved