Temuan Benda Purbakala di Muara Betung Jejak Masa Lampau di Empatlawang

Susanto menceritakan temuan seperti ini secara tidak sengaja oleh warga yang menggali tanah saat mendirikan bangunan rumah.

Temuan Benda Purbakala di Muara Betung Jejak Masa Lampau di Empatlawang - desa-muarabetung-kecamatan-ulumusi_20161024_215424.jpg
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Susanto menunjukan benda berupa kendi diduga peninggalan zaman purba di Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empatlawang.
Temuan Benda Purbakala di Muara Betung Jejak Masa Lampau di Empatlawang - eninggalan-purba-kala_20161024_215534.jpg
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Potongan bibir guci di tanah diduga juga peninggalan purba kala.
Temuan Benda Purbakala di Muara Betung Jejak Masa Lampau di Empatlawang - desa-muarabetung_20161024_215701.jpg
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Batu meja di perkampungan warga Dusun dua Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empatlawang.

Diprediksi temuan warga ini bukan hanya kendi saja. Diduga masih ada benda-benda lain peninggalan purba ditemukan warga di desa setempat namun warga memilih untuk menyimpannya.

Ia menceritakan, sekitar tahun 1990 an pernah ada penelitian tentang temuan benda purba ini di desa Muarabetung dan peneliti menemukan barang berupa guci, dan kendi seperti temuan warga.

Menurut cerita warga setempat di dalam guci di temukan kendi ini merupakan tempat penyimpanan tulang tulang tengkorak seperti manusia.

Sekretatis Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empatlawang, As'ari, mengatakan temuan jenis benda purba kala di Desa Muarabetung sudah sejak tahun 1990 an selanjutnya ada penelitian dari pemerintah saat itu masih sebagai Kabupaten Lahat.

Dikatakan As'ari menurut cerita ia dengar dahulunya lokasi temuan ini sebagai lokasi kehidupan massa purba. Salah satu benda peninggalan purba yang masih utuh adalah batu meja. Dahulunya batu itu masih menyimpan cerita gaib siapa yang duduk dan jatuh dari batu itu ia akan menderita sakit misterius.

Selain itu sejak menjadi lokasi perkampungan warga meja batu tersebut tidak pernah bisa digeser. Mitos yang berkembang warga masih takut dan khawatir karena bisa menyebabkan sesuatu di desa.

"Dulunya batu ini keramat sekarang sudah tidak lagi," ungkap Sekdes.

Saat ditanya temuan kendi oleh warganya dari dalam tanah As'ari membenarkan, menurutnya temuan seperti ini disimpan warga. Namun apakah benda berupa kendi, potongan guci ini benar peninggalan purbakala zaman prasejarah perlunya penelitian lebih lanjut untuk di buktikan.

Untuk kelokasi dari Kota Tebingtinggi ibukota Kabupaten Empatlawang berjarak sekitar 50 Km menuju jalan lintas Pendopo- Bengkulu. Setiba di Desa Muarabetung lokasi ditemukanya benda ini berada di tengah perkampungan sedikit menanjak keatas tebingan berjarak sekitar seratus meter dari jalan raya. 

Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help