Bercinta tanpa Komunikasi adalah Sia-sia

Kualitas komunikasi antarpasangan bisa mempengaruhi kunci harmonis rumahtangga yang palin menyenangkan, yaitu hubungan seksual.

Bercinta tanpa Komunikasi adalah Sia-sia
LAWEEKLY
Pengantin baru yang jarang bercinta seringkali disebabkan tekanan yang diberikan pada diri sendiri. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kapan kali terakhir Anda benar-benar berbicara dan bercakap-cakap dengan suami?

Acap kali pasangan suami istri yang telah menikah dalam waktu menahun hanya berkomunikasi lewat tegur sapa kasual tanpa benar-benar saling berbicara

Menceritakan aktivitas di kantor, perkembangan anak, atau sekadar membahas isu umum yang terjadi di lingkungan sekitar bisa menjadi bahan pembicaraan dengan pasangan.

Kualitas komunikasi antarpasangan bisa mempengaruhi kunci harmonis rumahtangga yang palin menyenangkan, yaitu hubungan seksual.

“Jadwal kerja yang padat sering tidak menyediakan ruang untuk pasangan bertemu dan berbinca-bincang hangat. Tak sedikit pasangan suami istri yang baru bertemu di atas ranjang dengan kondisi tubuh terlalu letih untuk melakukan apapun selain tidur,” terang Paul Hokemever, PhD., seorang konsultan pernikahan dan keluarga dari New York, AS.

Menurut Hokemever, kualitas hubungan yang baik membutuhkan level intimasi yang hangat antarpasangan. Kondisi ini bisa terjadi apabila suami istri memiliki komunikasi yang baik.

Oleh karena itu, dia menyarankan untuk suami istri meluangkan waktu 30 menit sebelum tertidur untuk membicarakan soal kegiatan harian dan sebagainya.

Hokemever mengatakan bahwa salah satu “penyakit” yang membuat hubungan seksual suami istri hambar adalah hilangnya komunikasi yang hangat. (kompas.com/Kontributor Female, Usihana)

Editor: Yohanes Iswahyudi
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help