Urban Culture

Sulitnya Mencari Data Songket yang Benar-benar Valid, di Google Hanya Ada Dari Malaysia

Wara-wiri mencari data di pengrajin dua bulan lebih lamanya ternyata masih juga belum memuaskan.

Sulitnya Mencari Data Songket yang Benar-benar Valid, di Google Hanya Ada Dari Malaysia
TRIBUNSUMSEL.COM/SIEMEN MARTIN
Mia (42) wanita yang berprofesi sebagai penenun songket bakal menunjukan keahliannya didepan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya yang berkunjung ke Griya Agung Sumsel, dalam rangka melaunching digital maketing pariwisata Sumsel, Jumat (20/11/2015). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- "LUMPUHNYA" museum tekstil Palembang membuat Willy kelimpungan mencari data valid tentang songket.

Wara-wiri mencari data di pengrajin dua bulan lebih lamanya ternyata masih juga belum memuaskan.

Tak disangka, Palembang yang "gebyar" dengan kain songket ternyata sangat sulit menemukan data yang valid dan resmi mengenai kerajinan itu.

Willy dosen Program Studi Teknik Informatika STMIK MDP Palembang yang tengah menyelesaikan tesisnya di jurusan Magister Ilmu Komputer Universitas Indonesia tahun 2013 lalu.

Dosen Program Studi Teknik Informatika STMIK MDP Palembang yang tengah menyelesaikan tesisnya di jurusan Magister Ilmu Komputer Universitas Indonesia tahun 2013 lalu.

Demikian yang dirasakan dosen Program Studi Teknik Informatika STMIK MDP Palembang yang tengah menyelesaikan tesisnya di jurusan Magister Ilmu Komputer Universitas Indonesia tahun 2013 lalu.

Awalnya ia berencana membuat tesis tentang penerapan aplikasi untuk mendeteksi dan mengenali jenis dan motif Songket.

Sebuah aplikasi yang bisa didownload dengan mudah dan bisa digunakan banyak pengguna.

Teknologi seperti itu, baru diterapkan di Jawa pada kerajinan Batik. Namun sulitnya mendapatkan data resmi tentang Songket, tesis yang dibuat beralih hanya pada kajian perhitungan secara matematis saja tanpa penerapan aplikasi.

"Kalau di Jawa, aplikasi itu memang untuk pemandu wisata saja. Menjadi tantangan karena kan beda. Batik dilukis, songket ditenun. Bagaimana penerapan aplikasi untuk mengenali songket yang ditenun?. Hal itu membuat dosen penguji juga terarik," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Andi Agus Triyono
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved