Warga Bakar Truk yang Tabrak Bocah Hingga Tewas

Kekesalan warga terhadap sopir truk batubara tidak bisa terbendung lagi, warga

Warga Bakar Truk yang Tabrak Bocah Hingga Tewas
Tribunsumsel.com/Ari Wibowo
Kekesalan warga terhadap sopir truk batubara tidak bisa terbendung lagi, warga nekad membakar mobil truk batubara bermuatan kosong BG 8764 UK. 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Ari Wibowo

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI-Kekesalan warga terhadap sopir truk batubara tidak bisa terbendung lagi, warga nekad membakar mobil truk batubara bermuatan kosong BG 8764 UK.

Setelah sopir truk batubara dari PT EPI, Candra(21), melakukan kelalaian dengan menabrak Riyani (7) bocah kelas 1 SD N 22 hingga meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun Tribun kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekitar sekitar pukul 10.30, jalan provinsi, tepatnya di Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) Desa Beruge Darat, Kecamatan Talan Ubi, PALI.

Pantauan Tribun di lokasi kejadian, meski terdapat polisi berpakaian preman dan dinas warga meluapkan kekesalan dan beringasan membakar mobil dam truk batubara Mitsubisi itu, menggunkan bensin hingga api mengepul dan melalap mobil.

Isak tangis ayah dan ibu korban serta kerabatnya mengiringi saat jenazah dibungkus kain kapan, bahkan kakak korban langsung pingsang melihat adiknya terbujur kaku.

Menurut keterangan saksi mata yakni, kepala Poskesdes Beruge Darat, Talang Ubi. Yusmaneni, kejadian naas itu disaksikan secara langsung di depan matanya.

Saat itu, Riyani sedang turun diatas motor usai dijemput dari sekolahnya SD N 22, Desa Benuang. Setelah korban menyeberang di jalan untuk menuju rumah tiba-tiba truk batubara melaju kencang dari Desa Benuang menuju Desa Talang Bulang melaju kencang dan menabrak Riyani(7) dengan kecepatan tinggi.

"Rayani baru turun diatas motor,setelah di jemput Wiwik, lalu nyembarang, truk batubara itu, langsung menabrak dan terlindas ban truk mobil itu," kata Kepala Poskesdes, Yusmaneni, ketika dijumpai Tribun, di lokasi kejadian. Kamis(8/9/2016).

Dia menceritakan, dirinya bersama tiga pegawai Poskesdes Beruge Darat, sempat memangku Riyani untuk diselamtkan. Namun, tuhan berkehendak lain sehingga bocah lucu meninggal dunia.

"Kami sempat menggendong Riyani, sambil darah bercucuran keluar di kepalanya, sebenarnya kami tahu korban meninggal ditempat, cuma kami pastikan lagi dibawa ke klinik. Namun, korban tidak bernyawa lagi," kata Yusmaneni, sambil mengeluhkan banyak truk batubara yang melintas secara ugal-ugalan di depan Poskesdes.

Ia mengatakan, setelah korban tergelatak di jalan, sopir dum truk batubara itu, langsung pergi meninggalkan korban yang berlumur darah.

"Sopir batubara yang nambrak Riyani, santai sambil mencari rumah kelapa desa, tanpa menolong korban," jelas Yusmaneni.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved