Ibunda Ahsan: Teruskan Tradisi Emas Bulu Tangkis

"Kalau ibu sudah ngobrol sama Ahsan sih targetnya emas, karena Ahsan dan Hendra menjadi andalan Indonesia.

Ibunda Ahsan: Teruskan Tradisi Emas Bulu Tangkis
TRIBUNSUMSEL.COM/Slamet Teguh Rahayu
Hj Siti Rohani ibundah Muhammad Ahsan saat dibincangi di kediamannya, Jumat (12/8/2016)

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kejuaraan olahraga multi event yakni Olimpiade, tengah berlangsung di Rio De Janeiro, Brazil. Indonesiapun tak ingin absen di ajang empat tahunan ini.

Tak ingin pulang dengan tangan kosong, Indonesia menargetkan membawa mendali emas, dan salah satu cabang yang diandalkan ialah Bulutangkis.

Salah satu pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Muhammad Ahsan dan Hendra pun diharapkan dapat mengibarkan bendera merah putih di Brazil.

Bercucuran keringat dalam pertandingan, Ahsan, salah satu atlet bulutangkis yang berasal dari Palembang ini memperoleh dukungan yang luar biasa dari orang tuanya. Tribunsumsel berkesempatan berbincang dengan Hj Siti Rohani (56), yang tak lain adalah ibunda Ahsan.

"Kalau ibu sudah ngobrol sama Ahsan sih targetnya emas, karena Ahsan dan Hendra menjadi andalan Indonesia. Kita juga hanya bisa berusaha dan berdoa, kita lihat saja mentoknya nanti sampai mana," ujar Rohani saat dibincangi Tribunsumsel di Kediamannya, Jumat (12/8/2016).

Rohani menceritakan, meski tak setiap hari ia dapat bertemu dan bertatap muka langsung dengan anak bungsunya tersebut, namun komunikasi baik melalui via telpon maupun blackberry massenger (BBM) tetap terus ia lakukan.

"Ibu ini bolak-balik saja Palembang Jakarta. Kalau terakhir bertemu itu saat puasa kemarin. Ibu main ke Jakarta," katanya.

Rohani menceritakan, setiap kali ia menonton Ahsan bertanding, ia tak akan bisa diganggu. Pasalnya Rohani akan selalu berdoa dan fokus ke pertandingan Ahsan. Dengan doanya itu, diharapkan Rohani dapat menjadi kekuatan tambahan bagi Ahsan dan Hendra yang tengah bertanding.

"Kalau Ahsan main, pastikan ada yang WA, BBM, telpon, maupun sms, tidak saya ladeni. Mereka sih bilangnya sombong, tapi mereka harus ngertilah, kalau saya fokus ke Ahsan. Ibukan tegang menonton Ahsan, berdoa, ngaji, dan yasinan saja sampai empat kali tamat dalam satu pertandingan. Ibu juga stres, bolak-balik ke kamar mandi," cetusnya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved