Ana Gagal Beli Pakaian Lebaran usai Jadi Korban Hipnotis

Ana sapaannya malah harus menjadi korban hipnotis yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenalnya.

Ana Gagal Beli Pakaian Lebaran usai Jadi Korban Hipnotis
TRIBUNSUMSEL.COM/Slamet Teguh Rahayu
Ana saat melapor di Polresta Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Niat hati Oktias Febriana (22), warga Jalan Ahmad Yani Lorong Saudara Kecamatan Seberang Ulu (SU) II datang ke pusat perbelanjaan Ramayana untuk membeli pakaian lebaran. Namun bukannya mendapatkan apa yang diinginkan, Ana sapaannya malah harus menjadi korban hipnotis yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenalnya.

Akibat peristiwa tersebut, membuat Ana harus merelakan kalung emasnya seberat 2 suku dan uang tunai sebesar Rp 700 ribu, raib di bawa pelaku. Hingga akhirnya ia melapor ke Polresta Palembang, Jumat (24/6/2016).

Dihadapan petugas, mahasiswi ini mengatakan, peristiwa itu bermula saat ia tengah memilih pakaian di lokasi kejadian‎. Tengah asik, tiba-tiba datang mendekatinya seorang pria yang mengaku warga negara Malaysia.

"Dia bertanya dimana tempat untuk mengembalikan batu peninggalan zaman kerajaan Sriwijaya yang dibawanya. Saya sudah bilang saya tidak tahu, dan saya suruh bertanya ke satpam. Eh katanya dia sudah bertanya dan tempatnya ada di dalam," ujarnya saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Terlibat perbincangan yang cukup serius, Anapun mengaku seakan mengikuti apa yang diperintahkan oleh pelaku tersebut. Saat itu pelaku mengajaknya Ana untuk menunjukkan batu yang katanya peninggalan jaman kerajaan Sriwijaya tersebut di salah satu rumah makan yang ada di kawasan Ramayana.

"Saya seakan tidak bisa menolak ajakannya. Sadar tidak sadar, saya diajak ke KFC di lantai dasar Ramayana dan dia menunjukkan batu itu. Batunya sebesar batu cincin biasa, dan warnanya merah," terangnya.

Tak berhenti sampai disitu, pelakupun mengatakan kepada Ana, jika banyak makhluk gaib yang hinggap ditubuhnya, sehingga pelaku menawarkan jasa untuk menyembuhkannya.

"Saya sadar tidak sadar begitu pak. Saat dia bilang itu, ‎katanya saya harus percaya. Setelah itu ia meminta uang kepada saya. Tidak tahu kenapa saya serahkan dompet saya, dan dia mengambil uangnya Rp 700 ribu," terangnya.

Menurut Ana, pelaku sempat menanyakan kendaraan yang dibawa olehnya. Namun beruntungnya, pelaku tidak membawa sepeda motor yang dikendarainya, sehingga tidak menambah kerugian Anna. Kendati demikian, ia harus kehilangan kalung emas yang digunakannya, setelah turut dibawa kabur oleh pelaku.

"Untuk motor saya juga tidak diambil, tapi dia meminta kalung saya. Saya sudah katakan tidak bisa dilepas, tapi pelaku itu melepasnya sendiri," ungkapnya.

Ana mengaku, ia baru tersadar dari hipnotis pelaku, setelah pelaku meminta untuk dibelikan sembilan butir telur ayam, dan setelah membeli telur ayam itu, Ana harus kembali menemuinya di lokasi semula.

"Saya nurut saja, kalau sudah katanya kembali lagi ke KFC itu. Saat saya sudah beli dan kembali kesana, pelaku sudah tidak ada lagi. Saya duduk disana sekitar 15 menit, setelah itu baru ada orang yang menyadarkan saya, dan saya kaget, dari situlah saya baru sadar kalau saya telah menjadi korban hipnotis," terangnya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help