Mendagri Berencana Kaji Ulang Perda yang Dinilai Bermasalah

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menuturkan, masih ada sejumlah peraturan daerah (Perda) yang dikeluarkan tanpa ada koordinasi

Mendagri Berencana Kaji Ulang Perda yang Dinilai Bermasalah
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menuturkan, masih ada sejumlah peraturan daerah (Perda) yang dikeluarkan tanpa ada koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

Sehingga, seringkali pihak Kemendagri baru mengetahui perda yang dinilai bermasalah saat ada polemik yang muncul ke permukaan.

Pernyataan tersebut diungkapkannya menyusul adanya razia yang dilakukan Satpol PP Kota Serang pada Jumat (10/6/2016) terhadap puluhan warung makan milik seorang ibu bernama Saeni (53) di Serang, Banten.

Tjahjo mengatakan, pihaknya mempertimbangkan akan mengkaji ulang perda tersebut.

"Bagi daerah yang majemuk, yang warga masyarakatnya beragam, saya kira harus dipertimbangkan kalau buat aturan yang bisa menimbulkan masalah di daerah," ujar Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senin (13/6/2016).

Namun, ia belum dapat memastikan berapa jumlah perda sejenis yang perlu dikaji ulang.

Berkaitan dengan insiden razia warung nasi tersebut, Tjahjo menyebutkan baru ada dua perda. Selain perda di Kabupaten Serang, ada pula perda serupa di Jawa Timur.

Terkait insiden tersebut, Tjahjo mengaku dirinya tak masalah dengan aktivitas warung makan di bulan Ramadhan asal tetap menghormati orang-orang yang menjalankan ibadah puasa.

"Kalau saya punya prinsip apa pun warung makan itu kan juga untuk kehidupan yang jual sehari-hari asal tadi ditutup tirai jangan mencolok," tuturnya.

Saeni dianggap melanggar aturan dalam Surat Edaran Pemerintah Kota Serang mengenai larangan warung buka siang hari di Bulan Suci Ramadhan sebelum pukul 16.00 WIB.

Dalam razia itu, petugas juga menertibkan puluhan warung makan yang buka siang hari. Semua dagangannya disita.

Beberapa pemilik warung beralasan buka siang hari karena tidak tahu ada imbauan larangan buka siang hari di bulan Ramadhan. Sebagian lagi buka warung karena butuh uang untuk menghadapiLebaran.

Tayangan itu pun tersebar luas di tengah masyarakat melalui media sosial.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved