TribunSumsel/

ADVERTORIAL

Perusahaan Sawit Siaga Kebakaran, Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun

Menjelang musim kemarau yang diprediksi berlangsung bulan Juni - Oktober mendatang, Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel bekerjasama dengan GAPKI.

Perusahaan Sawit Siaga Kebakaran, Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun
TRIBUNSUMSEL.COM / M.A. FAJRI
APEL SIAGA- Sekda Prov Sumsel melakukan pengecekkan pasukan saat apel siaga kebakaran lahan dan kebun di kantor PTPN VII Jalan Kol H Burlian KM 9 Palembang, Selasa (24/5/2016). Simulasi dan apel siaga ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan kebun (TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menjelang musim kemarau yang diprediksi berlangsung bulan Juni - Oktober mendatang, Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel bekerjasama dengan Gabungan Perusahaan Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel menggelar Apel Siaga pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun di Lapangan PTPN VII, Palembang, Selasa (24/05).

‎" Ini merupakan bentuk antisipasi dini kita bersama dengan Gapki untuk menghadapi musim kemarau, terutama kerawanan kebakaran hutan dan lahan," ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Sumsel, Anung dijumpai Tribun di sela sela kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan sebelumnya pihaknya telah menggelar kegiatan Traning fot Trainer (TOT) untuk mempersiapkan kader militan yang akan menjadi Baris terdepan penanggulangan bencana kebakaran dengan menggandeng instansi terkait mulai dari anggota TNI dan Polri.

Para utusan perusahaan yang telah mengikuti pelatihan memiliki beragam ketrampilan mulai dari fisik, mental, dan keahlian dalam memadamkan api. Disamping itu pula dilakukan pengenalan sejumlah sarana dan prasarana yang membantu memadamkan api.

" Mereka yang kita latih selanjutnya diminta membangun regu di perusahaan masing masing, satu regu beranggotakan 15 orang, dan banyaknya regu disesuaikan dengan luasan kawasan perusahaan masing masing," tegasnya

Ia menyampaikan regu yang berasal dari pekerja perusahaan tersebut selanjutnya bertugas memadamkan kebakaran lahan dan kebun perusahaan. Disamping itu juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran hutan.

Pihaknya menyakini kehadiran regu pemadam di perusahaan akan dapat menekan luasan kebakaran yang terjadi. Apalagi mereka telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai oleh masing masing perusahaan mereka.

Sementara itu, Sekretaris GAPKI Sumsel, Harry Hartanto menjelang musin kemarau GAPKI berperan serta mencegah bencana asap kembali berulang. Bekerjasama dengan Dinas Perkebunan telah dilakukan pelatihan 122 personil dari ratusan perusahaan yang tergabung dalam GAPKI.

" Kita tidak ingin bencana asap yang terjadi 2015 lalu kembali berulang, mereka (regu) akan menjadi garis terdepan bukan hanya dalam pemadalam api namun juga sosialisai kepada masyarakat akan bahaya kebakaran hutan," tegasnya

Ia mengajak masyarakat untuk menyadari bahaya besar yang mengancam akibat kebakaran lahan dan kebun apalagi pembakaran untuk membuka lahan. Menurutnya masih banyak cara yang dapat ditempuh untuk membuka han tanpa berdampak pada lingkungan sekitarnya.

Dalam Apel Siaga dipimpin oleh Sekda Sumsel, H Mukti Sulaiman, juga didampingi oleh Dirjen pelindungan perkebunan, Kementrian Pertanian, Didi Gunadi, dan Kepala Dinas Perkebunan, Fahrul Rozi. Dilakukan pula Simulasi pemadaman kebakaran lahan dan hutan yang dilakukan Manggala Agni Dalops II Banyuasin.

Reporter : Yohanes Tri Nugroho(Jhn)

Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: BangOpeak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help