TribunSumsel/

Bitcoin Menuai Pro Kontra

EKSKLUSIF: Awal Investasi, Johan Rugi Ratusan Ribu

"Awalnya memang begitu, saya merugi. Setelah dihitung-hitung rugi ratusan ribu. Karena ketika saya jual itu, nilai bitcoinnya lagi turun," kata dia.

EKSKLUSIF: Awal Investasi, Johan Rugi Ratusan Ribu
freeformers.com

TRIBUNSUMSEL.COM - Johan Saputra sudah mengenal investasi bitcoin dari tahun 2013. Sejak saat itu ia menggeluti "permainan" investasi mata uang digital hingga sekarang. Pria asal Lubuklinggau ini mengenal investasi dari pamannya.

Awal berinvestasi di bitcoin, dirinya mengalami kerugian sekitar 700 ribu. Pertama kali, Johan berinvestasi bitcoin sekitar Rp 2 juta. Melihat harga bitcoin di market tengah tinggi, ia pun menjualnya dengan seharga Rp 3,2 juta. Untung Rp 1,2 juta.

Namun kemudian ia rugi sekitar Rp 700 ribu ketika berinvestasi kembali. Ia lupa melihat market yang tengah tak stabil. Saat itu dia menjual semua bitcoin yang dipunya kepada member dari luar negeri.

Tapi setelah dihitung dan dirupiahkan, dia menyadari kerugian yang diterima.

"Awalnya memang begitu, saya merugi. Setelah dihitung-hitung rugi ratusan ribu. Karena ketika saya jual itu, nilai bitcoinnya lagi turun," kata dia.

Pengalaman tersebut dijadikan pelajaran berinvestasi hingga sekarang. Kini bujangan itu mengaku modal awal berinvestasi sudah kembali. Dari keuntungan yang didapat selama ini, Johan masih memiliki 1,5 bitcoin atau sekitar Rp 8 jutaan yang terus diinvestasikan.

Nilai bitcoin menurutnya tidak akan turun tapi terus mengalami kenaikan. Sebab jumlah bitcoin diseluruh dunia terbatas sementara peminat semakin banyak. Hal ini juga yang mempengaruhi nilai bitcoin selalu mengalami kenaikan di setiap waktunya.

Meskipun investasi yang diikutinya itu sudah menghasilkan keuntungan yang sering dinikmati, dia menganggap investasi tersebut tidak bisa dipercaya 100 persen, 90 persen percaya dan 10 persennya tidak percaya.

Ia berkata demikian karena investasi di dunia digital sangat rawan kehilangan. Ia menyadari hal tersebut.

"Saya gak percaya seratus persen. Namanya manusia, ketika uang udah terkumpul banyak bisa saja langsung dibawa kabur. Kita mau cari kemana, coba?" demikian kata pria asal Lubuklinggau ini.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help