Waspada Penipuan Bermodus Bisa Masukkan Kerja di Bandara SMB II, Pria ini Jadi Korbannya

Bukannya diterima kerja, pria yang tercatat sebagai warga Jalan Lorong Garuda I Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I malah kehilangan

Waspada Penipuan Bermodus Bisa Masukkan Kerja di Bandara SMB II, Pria ini Jadi Korbannya
TRIBUNSUMSEL/ SLAMET TEGUH RAHAYU
Isar saat melapor ke Polresta Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Niat hati memberikan sejumlah uang kepada perantara guna memuluskan langkahnya diterima bekerja di Bandara Sultan Mahmud Badruddin (SMB) II  Muhamaad Isar (21), malah harus mengalami kerugian.

Bukannya diterima kerja, pria yang tercatat sebagai warga Jalan Lorong Garuda I Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I malah kehilangan uang sebesar Rp 11,2 juta.

Atas kejadian tersebut, membuat Isar akhirnya melaporkan Ana Yohana (30) yang tak lain adalah sang perantara ke Polresta Palembang.

Dihadapan petugas, Isar mengatakan, peristiwa itu penipuan itu bermula, ketika ia dikenalkan kepada Ana oleh Ahmad Julalili (22), yang tak lain adalah teman kampusnya di salah satu universitas swasta di kota Palembang pada bulan November 2015 yang lalu.

"Ahmad bilang, Ana itu pegawai di Bandara SMB II. Jadi dia menawarkan saya untuk bekerja dibagian kargo dengan syarat memberikan uang itu, katanya untuk biaya administrasi," ujarnya saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (21/3/2016).

Isar mengatakan, menurut penjelasan Ana, uang itu akan dipergunakan untuk biaya administrasi sebesar Rp 10 juta, dan sisanya akan dipergunakan untuk mengurusi pembuatan ID Card saat ia bekerja nanti.

"Nada bicaranya sangat meyakinkan pak. Jadi saya tertarik untuk bekerja," terangnya.

Setelah memberikan sejumlah uang tersebut, Isar dijanjikan akan segera masuk kerja pada sebulan kemudian.

Namun sayang, janji tinggalah janji yang diterima oleh Isar.

Hingga saat ini, ia juga tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.

"Waktu saya tanya katanya nanti-nanti terus pak. Ini sudah lewat lima bulan. Ahmad juga saat saya tanya menghindar. Saya mau minta kembalikan uang, tapi tidak ada kejelasan. Sepertinya mereka berdua ini sengkongkol pak. Saya harap pelakunya bisa segera ditangkap," katanya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved