Pemprov Sumsel 'Jaga Ketat' Tanah di Sekitar Punti Kayu

Tak ingin 'kecolongan' lahan lagi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat 'memagari' 1 hektare

Pemprov Sumsel 'Jaga Ketat' Tanah di Sekitar Punti Kayu
TRIBUNSUMSEL.COM/MUHAMMAD IMAM
Para Pengajar dan murid SDN Lubuk Liku Bungo Mas, Oku Selatan saat menikmati kesejukan Wisata Punti Kayu Palembang, Sabtu (7/6/2014). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tak ingin 'kecolongan' lahan lagi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat 'memagari' 1 hektare tanah di belakang Taman Wisata Punti Kayu di Jalan Kolonel H Burlian. Hal tersebut dinyatakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Sumsel, Mukti Sulaiman usai rapat membahas pengamanan lahan seputaran Punti Kayu Palembang di Ruang Rapat Setda, Jumat (29/1).

Mukti mengakui bahwa Pemprov Sumsel sedikit lengah hingga lahan yang tersisa 1 hektare itu dikuasi 'dijarah' oleh oknum yang mengaku dari TNI AU bernama Zainal yang sejak setengah tahun lalu melakukan aktivitas seperti menimbun tanah tersebut. Ini terungkap saat Sumsel melakukan uji peta register 51 dan terkuak bahwa tanah itu diokupasi oleh Zainal.

"Dia (Zainal) melakukan aktivitas sudah setengah tahun lalu. Tapi kalau berniat (menguasai) itu sudah lama, surat-surat tanah direkayasa. Mungkin sekitar puluhan tahun ia sudah berniat, menunggu kita lengah," kata Mukti.

Apakah pemprov Sumsel akan memperkarai kasus ini? Mukti menegaskan itu tidak akan terjadi karena tidak ada perlawanan dari pihak Zainal, jika yang bersangkutan melakukan perlawanan, barulah pemprov Sumsel akan memperkarakan kasus ini.

"Kondisi tanah ini masih ditimbun, belum ada bangunan yang dibangun disana," tambah Mukti yang ditemui di ruang kerjanya.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help